Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Notice: Undefined index: type in /home/t42271/public_html/tv.php on line 3

Notice: Undefined index: movie_trailer in /home/t42271/public_html/tv.php on line 155
Anak Anak Manusia

Sinopsis

 

ANAK-ANAK MANUSIA adalah cerita tentang kehidupan di sebuah kampung di pinggiran Jakarta, dengan tokoh utama seorang laki-laki yang bernama Mardani, yang tiap hari selalu berulah, membuat resah, bahkan tega untuk memfitnah walaupun akhirnya dia juga yang kena batunya. Tiap kali ketahuan salahnya, Mardani selalu bilang dia tidak akan mengulangi lagi kesalahannya, tapi itu hanya di bibir saja.. Esok atau lusa, dia akan terus membuat ulah dan membuat resah orang lain dengan segala tindakannya.

Konflik cerita dimulai ketika H Mansyur yang sudah berusia cukup lanjut, mengajak pengurus mesjid melihat sebidang tanah yang akan dia wakafkan untuk pembangunan madrasah. H Mansyur ingin wakafnya ini menjadi tabungan pahala jika dirinya sudah wafat nanti. Mardani, anak paling tua H Mansyur dan Selbi adiknya, datang dan marah-marah karena kecewa dengan niat ayahnya untuk mewakafkan tanahnya tanpa memberi tahu mereka dulu. Mardani menuduh Mawi, salah seorang pengurus mesjid yang mempengaruhi H Mansyur untuk mewakafkan tanahnya. H Mansyur marah kepada Mardani dan menyuruh Mardani pulang.

Sebetulnya, kekesalan Mardani terhadap Mawi sudah tertanam sejak dulu.. Tiap ada kesempatan Mardani selalu mencari-cari kesalahan Mawi untuk bisa mempermalukannya.. Seperti ketika mendengar kabar bahwa Mawi dipecat dari kantornya lantaran korupsi, Mardani langsung menyebarkan berita itu kepada semua orang. Mardani bahkan mendesak H Mansyur untuk segera memecat Mawi dari kepengurusan mesjid.  Bahkan Mardani mempengaruhi warga lain agar tidak mau shalat jamaah bila Mawi yang jadi Imam.

Segala upaya juga dilakukan oleh Mardani untuk menggagalkan orangtuanya H. Mansyur mewakafkan tanahnya. Ia bahkan diam-diam menyuruh Selby mengambil surat tanahnya, agar bisa Mardani jual. Tentu saja ini membuat H. Mansyur marah.

Dengan segala akal liciknya Mardani bisa saja menghindar dari kemarahan H. Mansyur. Saat disuruh minta maaf kepada Mawi karena ulahnya, Mardani mengajak Encun istrinya yang bloon. Namun, begitu sampai di depan rumah Mawi, mendadak Mardani pura-pura sedang sakit perut. Alhasil, Encun sendirian yang meminta maaf pada keluarga Mawi   

Selbi, adik Mardani, setali tiga uang dengan kelakuan abangnya. Putri H. Mansyur yang belum menikah di usianya yang sudah matang ini sering sekali mendukung ulah abangnya. Selbi pernah mau bunuh diri karena harga dirinya jatuh setelah mengira  H. Mansyur mau menjodohkan dengan Mawi dijadikan istri kedua. Tapi setelah tahu bahwa yang dimaksud H. Mansyur adalah Dahlan, saudara Mawi yang ganteng, Selbi mengurungkan niatnya dan langsung bersikap baik kepada keluarga Mawi. Tapi Selbi harus patah hati setelah Dahlan ternyata tidak membalas cintanya.     

Mardani terus berulah, membuat susah setiap orang, walaupun dia sudah berjanji untuk tak mengulangi lagi perbuatannya. Dan H. Mansyur dan warga kampung tidak lelah mengingatkan Mardani untuk jera akan sikapnya.


Cast n Crew

 

PRIMUS YUSTISIO                     

DEVI PERMATA SARI                 

JIHAN FAHIRA

ANJASMARA                          

EDDIE RIWANTO                      

ASRI WELAS                             

TEUKU RYAN                             

VIRA YUNIAR                                      

RISTY TAGOR                            

RIFKY BALWELL                        

HANDIKA PRATAMA                            

OKI SETIANA DEWI                   

KRISNA MUKTI                         

ENCE BAGUS                                      

OMASWATI                                

FANNY FADILLAH                      

 


Production Stils

Sutradara               :        Agus Elias

Produser                :        Leo Sutanto

Cerita & Skenario    :        Relita Mahdayani, Yeri Hermanto

Desain Produksi      :        Heru Hendriyarto

Produksi                 :        SinemArt (2013)