Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Notice: Undefined index: type in /home/t42271/public_html/tv.php on line 3

Notice: Undefined index: movie_trailer in /home/t42271/public_html/tv.php on line 155
Cinta Karena Cinta

Sinopsis

 

Terlihat rumah terbakar di sebuah desa. Pasangan Halim dan Ningsih panik dan mencoba menyelamatkan 3 anaknya; Mila (paling tua, umur 4 tahun), Jenar (umur 3 tahun) dan Dinda (bayi). Ningsih sudah mau membawa anak-anak keluar, tapi Halim terjebak di dalam. Ningsih minta Mila membawa adik-adiknya pergi dan menyerahkan bayi Dinda pada Mila. Tapi Mila tak mau meninggalkan ayah dan ibunya. Mila memberikan Dinda pada Jenar dan minta mereka keluar dulu. Jenar menangis ketakutan, begitu juga Dinda. Tapi Mila teriak… cepet keluar… aku bantu Ibu dan Bapak! Jenar membawa Dinar keluar. Mereka berusaha menembus api tapi nafas mereka sesak. Jenar dan Dinda nyaris terkena tiang rumah yang terbakar. Jenar teriak…..

Jenar (sekarang sudah berusia 18 tahun) terbangun dengan keringat dingin bercucuran di keningnya. Dinda (sekarang berusia 15 tahun) ikutan terbangun dan menenangkan Jenar. Kakak mimpi buruk lagi ya?? Jenar mengangguk dan matanya berkaca-kaca sedih. Dinda jadi menangis…Dinda ngga pernah mimpi karena Dinda tak pernah bisa tau wajah Ibu, Bapak dan Kak Raisa. Semua foto terbakar di dalam api…Jenar jadi memeluk adiknya. Kita tidak boleh mengeluh. Kita harus bersyukur, bisa tetap hidup. Untung saja Bu Westi dan panti asuhan ini menampung kita. Dinda sesegukan. Bukan aku tak bersyukur Kak..Kakak masih bisa ketemu ibu bapak dan kak Raisa dalam mimpi, sementara aku…kenal wajah mereka saja tak bisa. Jenar memeluk Dinda adiknya jadi ikut menangis. Jangan sedih Dinda, masih ada Kakak di sini…Walaupun cuman kita berdua yang selamat tapi Kakak yakin..bapak, ibu dan Kak Raisa pasti masih menjaga kita..dari surga..

Di luar kamar, ternyata Bu Westi mendengarkan. Bu Westi tampak terbawa perasaan dan terlihat merasa salah. Bu Westi bilang ke diri sendiri. Aku yang salah..aku yang salah..Bu Westi pegang dadanya. Terasa sakit. Bu Westi masuk ke kamarnya. Bu Westi gemetar mencoba mengambil  botol obat. Bu Westi coba ambil tapi botol obat jatuh.  Bu Westi makin merasa dadanya sakit Bu Westi sadar waktunya ngga banyak.. Bu Westi ambil hape dan menelefon seseorang. Bu Westi merasa bersalah. Di kamarnya, Bu Westi ambil sebuah foto Mila kecil. Bu Westi jalan sambil membawa foto itu, ia harus kasih tau Jenar dan Dinda sebelum terlambat. Dada Bu Westi makin sakit. Di depan kamar, Bu Westi tak kuat dan jatuh.

Di kamar, Jenar dan Dinda kaget. Kok ada suara jatuh. Mereka keluar. Dinda dan Jenar panic melihat bu Westi di lantai. Bu Westi memegang tangan Jenar. Diberikan foto Mila pada Jenar. Jenar kaget. Ini kan Kak Mila?? Dinda kaget..Kak Mila? Dinda rebut foto itu dan alhamdulilah. Akhirnya bisa melihat wajah Raisa. Jenar tanya ke ibu, kenapa bisa ada foto Kak Mila? Ini di RS kah?? Bu Westi menangis minta maaf. Mila masih hidup. Jreng. Jenar dan Dinda kaget. Jenar menangis antara gembira dan sedih. Kenapa Bu Westi nggak pernah bilang, kalau Kak Mila masih hidup? Bu Westi menangis sambil menahan sakit di dada. Ini semua salah Ibu. Ibu yang mengadopsi Raisa, tak menginginkan kalian. Ibu terpaksa menutupi karena ibu butuh bantuan untuk panti asuhan ini. Dinda menangis sedih sambil memeluk foto Raisa. Di mana Kak Raisa sekarang Bu?? Di manaa?? Jenar mohon ibu Westi kasih tau. Bu Westi bilang dia ada di Jakarta… alamatnya..alamatnya.. Bu Westi tak bisa selesaikan kasih tau alamatnya dengan jelas, hanya di Jakarta Selatan. Bu Westi lalu meninggal dunia. Jenar dan Dinda sama-sama memeluk Bu Westi sedih…. Jenar dan Dinda pun kemudian memutuskan untuk ke Jakarta mencari Mila, dengan bermodal foto Mila satu-satunya yang ada di tangan mereka.

Sesampainya di Jakarta, Jenar dan Dinda abis bikin poster di tukang fotocopy. Ada foto kecil Raisa (Mila) di sana. “DICARI MILA, HANYA ADA FOTO WAKTU KECIL DI DESA CIBADAK. HUBUNGI JENAR DI NO TELP 081056789”. Jenar dan Dinda tampak puas dengan poster itu. Semoga kita bisa menemukan poster ini. Poster tiba2 ada yang terbang, kena seorang cowok yang lagi mau ke tempat fotocopy itu. Cowok itu adalah Rama. Jenar minta maaf dan tarik poster itu dari muka Rama. Rama melihat Jenar dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Rama liat poster itu dan ikut prihatin pas tau Jenar dan Dinda datang ke Jakarta untuk mencari kakak mereka. Rama bilang dia mahasiswa dan tinggal deket sini. Rama akan bantu pasangin poster ini. Jenar dan Dinda makasih ke Rama dan lega ada yang bisa bantu.

Namun malang tak dapat ditolak, ketika Dinda lagi menyeberang jalan, Dinda ditabrak oleh sebuah mobil mahal. Rama melihat kejadian itu dan shock. Tabrak lari ini terjadi begitu cepat. Rama hanya ingat mobil itu mercedez mahal dan nomernya berakhiran 88. Rama membawa Dinda ke RS dan menelefon satu-satunya kontak di hape Dinda. Seorang pengacara kaya bernama Fandi juga sedang lewat. Fandi membantu Rama membawa Dinda ke RS. Jenar shock ketika tau dari Rama, Dinda tabrakan.

Mobil yang melakukan tabrak lari adalah mobil kepunyaan Mirza, anak pengusaha kaya di Jakarta. Namun yang menyetir mobil itu adalah Raisa, pacarnya. Di dalam mobil juga ada Ivan, sahabat mereka. Mirza shock dan marah karena Raisa malahan kabur setelah menabrak orang. Mereka harus tanggung jawab. Tapi Raisa malahan marah dan emosi. Kamu mau aku dipenjara?? Pokoknya aku nggak mau tau. Kejadian ini jangan pernah diketahui oleh siapapun. Mirza nggak setuju. Itu nyawa orang! Bukan mainan. Tapi Ivan setuju. Kita bisa kena bertiga kalau masalah ini jadi panjang. Tetap saja Mirza mau balik dan cari tau gimana keadaan korban. Gue nggak mau seumur hidup merasa bersalah. Raisa minta Mirza jangan macam-macam. Raisa memang yang nabrak, tapi ini mobil Mirza. Semua bisa kena. Tapi Mirza tak mau tau, mereka harus tolong korban. Ivan menengahi dan bilang, semua juga terlambat. Mereka ke tempat kejadian pun, pasti korban udah dibawa pergi. Mereka mau cari ke mana? Kalau tanya-tanya malahan dicurigai. Mirza jadi frustasi dan merasa salah. Mirza bilang kalau mereka menemukan korban itu, kita harus tanggung jawab. Raisa bilang, dia janji akan bantu korban itu seumur hidup kalau itu bikin Mirza tenang. Ivan yang diam-diam suka pada Raisa juga memohon pada Mirza, jangan hancurkan masa depan Raisa. Mirza kebingungan, memilih kebenaran atau masa depan. Raisa sampai berlutut memohon sama Mirza. Gue pacar elo..lo harus belain gue…Mirza pun tak bisa berbuat apa pun. Padahal Raisa yakin mereka nggak akan ketemu sama keluarga korban.

Setelah Dinda dimakamkan, Jenar pun jatuh sakit dan pingsan. Fandi kasian dan bilang ke Rama. Dia akan bawa Jenar ke rumahnya dan akan memberi kerjaan dan hidup yang lebih baik. Fandi juga pengacara dan akan membantu Jenar mendapatkan keadilan. Rama bilang ke Fandi, dia akan terus awasin Jenar, kalau sampai Fandi macam-macam.

Raisa pulang ke rumah dengan lesu dan pucat pasi. Ayu – Ibu Raisa – yang begitu memanjakan Raisa jadi khawatir. Apa kamu berantem lagi sama Mirza?? Pacaran kok on off melulu. Raisa bilang dia nggak enak badan dan mau ke kamar saja. Ayu makin khawatir. Tapi kemudian Fandi (yang ternyata adalah ayahnya Raisa) pulang membawa Jenar yang terlihat lemah. Ayu langsung protes. Tapi Fandi mohon Ayu kasian sama Jenar. Dia baru datang dari kampung dan adiknya meninggal tabrak lari. Fandi mau menjadikan Jenar anak asuh. Ayu makin jengkel, apa-apaaan ini?? Tapi keputusan Fandi tak bisa diganggu gugat.

Raisa histeris melihat Jenar malah ada di rumahnya. Raisa protes dan marah pada ayahnya, ada anak udik tinggal di rumahnya. Pokoknya Raisa akan kabur kalau Jenar ada di rumah. Jenar nggak enak hati dan tak mau membuat keributan di keluarga Fandi yang sudah begitu baik pada dirinya. Jenar diam-diam kabur. Tapi karena kondisi fisik Jenar yang masih lemah, Jenar terjatuh di depan rumah Fandi dan ditolong oleh Mirza. Mirza kaget dan menolong Jenar. Fandi kejar Jenar dan menemukan Jenar bersama Mirza. Mirza shock ketika tau siapa Jenar. Mirza yakin ini korban tabrak lari tadi.

 Ternyata Mirza dan Raisa pacaran sekaligus tetanggaan. Mirza pun kesal ketika tau Raisatak mau ayahnya membantu Jenar. Mirza menemui Raisa dan mengingatkan janji Raisa untuk membantu keluarga korban tabrak lari. Sudah takdir, Papa kamu bawa Jenar ke sini. Raisa masih tak mau terima. Tinggal bersama keluarga korban yang ia tabrak lari. Tapi Mirza mengancam. Kalau Raisa tak mau terima Jenar, Mirza akan mengaku semuanya ke Om Fandi dan Tante Ayu. Raisa pun kesal karena Mirza tak mau membela pacar sendiri. Jenar pun akhirnya tinggal bersama keluarga Fandi dan Ayu.

Kekesalan Raisa pada Jenar makin bertambah saat Mirza mau putus darinya, dan berpacaran dengan Jenar. Raisa bertekad untuk membuat Jenar menderita dan keluar dari rumahnya. Mirza bilang ke Jenar kalau ia hanya pura-pura. Padahal dalam hati Mirza ada rasa kasihan dan sayang pada Jenar. Mirza juga selalu dihantui rasa bersalah karena ia tidak memberitahu Jenar siapa yang telah menabrak adik Jenar. Jenar kaget dengan sikap Mirza yang sangat perhatian padanya.

                Suatu hari mobil Mirza beneran hilang karena dicuri. Mirza lalu menuduh Raisa yang melakukan itu. Cuman dia yang ingin mobil itu hilang. Padahal ada satu rahasia di sini. Pram- ayah Mirza sedang ada masalah bisnis dan mencuri mobil anaknya sendiri untuk dijual. Pram tak mau Elsa (istrinya), Mirza dan Keisya (adik Mirza yang masih SMA kelas 2) tau kesusahannya. Diam-diam sudah banyak asset keluarga dan perhiasan dijual oleh Pram. Elsa sendiri mengira Pram punya selingkuhan dan sering menangis curhat sama Mirza. Mirza pun bertekad menemukan selingkuhan ayahnya.

Suatu hari Ayu tau siapa Jenar sebenarnya, yaitu anak panti dari kampung yang mencari Mila, kakaknya. Ayu pun shock. Ternyata dulu Ayu melihat Mila di RS, setelah kebakaran. Ayu kasian dan jatuh cinta pada Mila yang cantik dan lucu. Apalagi kata dokter karena kebakaran hebat itu dan menyaksikan orang tuanya meninggal, Mila mengalami amnesia. Ayu yang tak bisa punya anak, akhirnya membawa Mila pulang ke Jakarta dan membujuk Fandi mengadopsi dia. Mila berganti nama menjadi Raisa. Ayu sengaja tak bilang ke Fandi kalau Raisa masih punya saudara karena Fandi yang baik hati pasti mau mengangkat saudara Raisa juga. Sebagai gantinya, Ayu menjadi donor besar untuk panti asuhan tempat Jenar dan Dinda dibesarkan. Ayu pun tak mau Raisa sampai tau dia adalah anak angkat dan mencari akal menyingkirkan Jenar.

Ayu pun sengaja mengatur agar Jenar bertemu dengan “Mila” padahal itu adalah Mila palsu. Jenar pun awalnya tak curiga dan merasa senang ketemu dengan Mila Palsu. Rama yang shock karena ternyata Mila Palsu ini adalah kakak kandung Rama. Hanya karena mereka butuh uang untuk ibu mereka yang sakit, Rama harus boong dan menutupi ini dari Jenar. Jenar pun senang dan ingin keluar dari rumah Fandi untuk hidup bersama Mila. Ketika Mirza dan Jenar pisah rumah, Mirza baru yakin kalau dia mencintai Jenar. Mirza tak peduli dengan Raisa lagi dan memutuskan untuk benar-benar putus, apapun resikonya. Namun Raisa malahan coba bunuh diri dan berbagai kegilaan lain dilakukan. Cinta Mirza dan Jenar pun terus mendapat halangan.

Tak hanya itu, Mila palsu ternyata suka dengan Om Pram. Mila palsu yang bernama asli Sisca, ternyata rindu figur ayah dan menyukai laki-laki lebih tua. Pram sendiri sedang di puncak konflik dengan Elsa yang terus tak peduli dengan keuangan Pram yang kacau balau dan tak bisa hidup miskin. Pram akhirnya selingkuh dengan Mila palsu. Gara-gara ini Pram dan Elsa bercerai. Jenar ikut kena getahnya karena Mila palsu adalah kakak Jenar. Elsa pun membenci Mila (palsu) sekeluarga termasuk Jenar.

Di kampus, juga muncul seorang cowok tajir bernama Yudha. Yudha pun agresif mendekati Jenar. Jenar pun mencoba menjauhi Mirza dengan dekat dengan Yudha. Semua dilakukan Jenar dengan berat hati, demi kebahagiaan Mirza dan juga hubungannya dengan Elsa dan Raisa. Tapi Jenar tak sadar, Yudha menyimpan dendam. Ternyata Yudha adalah anak bungsu Ibu Panti dulu di kampung. Yudha menyalahkan Jenar sehingga ibunya meninggal dan akan membalas dendam.

Pram sendiri juga kesal karena semua bisnisnya gagal terus. Pram ingat kesalahannya dulu. Ternyata Pram yang membakar rumah orang tua Jenar karena Pram ingin menguasai semua bisnis Halim. Jadi Pram dan keluarga kemarin bisa hidup mewah karena harta orang tua Jenar. 

Dengan begitu banyak masalah, apakah cinta Mirza dan Jenar bisa bersatu? Apak reaksi Jenar kalau tau Dinda meninggal karena Mirza, Raisa dan Ivan? Belum lagi Pram yang menyebabkan orang tua Jenar meninggal dunia. Akankan Raisa sadar, kalau Jenar adalah saudaranya yang dulu hilang dan juga dia telah membunuh adik bungsunya sendiri?? 


Cast n Crew

 

NATASHA WILONA                     

IMMANUEL CAESAR HITO          

GABRIELLA LARASATI               

ADITYA ZONI                                     

MEGAN DOMANI                        

ADJIE PANGESTU                      

DINA LORENZA

ZAHWA AQILAH

NUNU DATAU

CUT SARRA

BOY TIRAYOH

REZA ALI SYAHBANA

SANDRINA MICHELLE

CUT KEKE

TRI NINGTYAS

NATASHA WILONA                     

IMMANUEL CAESAR HITO          

GABRIELLA LARASATI               

ADITYA ZONI                                     

MEGAN DOMANI                        

ADJIE PANGESTU                      

DINA LORENZA

ZAHWA AQILAH

NUNU DATAU

CUT SARRA

BOY TIRAYOH

REZA ALI SYAHBANA

SANDRINA MICHELLE

CUT KEKE

TRI NINGTYAS


Production Stils

 

Sutradara                            :        Gita Djun

Produser                             :        Leo Sutanto

Cerita        &    Skenario    :        Hilman Hariwijaya

Produksi                             :        SinemArt 

 

Judul Lagu        : Cinta Karena Cinta

Adaptasi dari    : Shi Bai Zhe

Ciptaan             : Nicholas Tse & Yuen Leung Poon

Publisher          : Capital Artists Ltd & Universal Music Publishing MGB Hong Kong

Sub Publisher   : PT. Suara Publisindo & EMI Music Publishing

Penyanyi           : Judika

Adaptor             : Claudia Lengkey

Produksi           : Trinity Optima Production

 

 

Sutradara                            :        Gita Djun

Produser                             :        Leo Sutanto

Cerita        &    Skenario    :        Hilman Hariwijaya

Produksi                             :        SinemArt 

 

Judul Lagu        : Cinta Karena Cinta

Adaptasi dari    : Shi Bai Zhe

Ciptaan             : Nicholas Tse & Yuen Leung Poon

Publisher          : Capital Artists Ltd & Universal Music Publishing MGB Hong Kong

Sub Publisher   : PT. Suara Publisindo & EMI Music Publishing

Penyanyi           : Judika

Adaptor             : Claudia Lengkey

Produksi           : Trinity Optima Production