Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Anjasmara : Dua Celana Jeans Robek

Akting Anjasmara sebagai Somad, dalam sinetron Anak-anak Manusia, setiap malam di RCTI membuat pemirsa sebal sekaligus gemas. Maklum saja, suami dari artis Dian Nitami ini berperan sebagai seorang preman yang juga tukang ojek. Demi totalitas berakting, Anjasmara harus menampilkan gaya berdialog dan bahasa tubuh yang sangar.

Dua dekade bermain sinetron, Anjasmara tahu benar bagaimana menampilkan inner acting. Sebagai Somad, Anjasmara tidak hanya butuh penata rias yang mendandaninya agar lebih dekil, tapi juga menampilkan bahasa tubuh yang pas sebagai preman.

Di sinetron Anak-Anak Manusia, Anjasmara berperan sebagai seorang preman bernama Somad. Saat memainkan karakter itu, Anjasmara harus meninggalkan kesan pria karismatik atau sosok ayah yang kalem, seperti sinetron-sinetron sebelumnya yang pernah dimainkannya.

Tim wardrobe sinetron Anak-Anak Manusia sudah menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan kostum pemain, termasuk untuk peran yang dimainkan Anjasmara. Namun, khusus celana jeans robek-robek yang biasa dipakai Somad, Anjas mengaku menyiapkannya sendiri.

"Pakaiannya harus robek-robek. Kebetulan ini jeons-nya punya saya sendiri, terus Saya robek-robek aja. Jadi saya cuma punya dua jeans robek, kalau kotor diganti. Jadi cuma dua, irit yah haha," katanya saat ditemui di lokasi syuting Anak-Anak Manusia, di Cibubur, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Selain jeans robek, pria kelahiran 13 November 1975 ini juga memperkuat karakter premannya dengan memakai aksesoris seperti kalung layaknya anak punk yang terbuat dari besi. "Aksesoris juga bawa sendiri. Kebetulan ada koleksi zaman dulu. Saya juga sempat beli aksesoris untuk peran-peran kayak gini," kata pria yang baru pertama kali berperan sebagai preman ini.

Karakter Somad di sinetron ini baru dihadirkan di episode 164. Saat itu, tim produksi memutuskan menambah karakter Somad untuk memperkaya jalan cerita. Kebetulan, para pemain utama di sinetron ini rata-rata aktor dan aktris era tahun 1990-an.

Lalu, tim kasting memutuskan memasukkan nama Anjasmara yang juga pernah berjaya di era tersebut, sebagai pemain sinetron drama religi yang dikemas dengan genre komedi ini.

Anjas mengaku senang bisa terlibat di proyek ini apalagi ia bisa bertemu dengan teman-teman lama, salah satunya Jinan Fahira yang dulu pernah menjadi lawan mainnya. "Ya menarik aja, seru, ketemu teman-teman lama. Rata-rata artis di tahun 1990-an semua," katanya.

Meski muncul di tengah-tengah produksi, Anjas berhasil menghidupkan karakter Somad dengan membuat gimmick-gimmick khusus untuk tokoh itu seperti gaya bicara Somad dan gerak-gerik tubuhnya.

Anjasmara memulai karier sebagai foto model. Sejumlah sinetron produksi SinemArt pernah dimainkan Anjasmara, diantara Anugerah, Karunia, Kutunggu Kau di Pasar Minggu, dan Surat Kecil untuk Tuhan The Series. Dalam Surat Kecil untuk Tuhan The Series, pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 13 November 1975 ini beradu akting dengan Nikita Willy.

Peran dalam sinetron Anak-Anak Manusia makin menggenapi jam terbang Anjasmara dalam berakting di layar kaca. Pasalnya, wajah klimis Anjasmara disulap menjadi sosok preman. Selain memelihara jambang, Anjasmara juga harus terlihat dekil dengan kaos oblong dan ya itu tadi, celana jeans robek.

 

(C&R, Edisi 810, 5-11 Maret 2014)