Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Bastian Steel Bukan Cowok Biasa : Sinetron menghibur dan menyihir para remaja!

RUMAH PRODUKSI SinemArt terus berkarya. Sinetron Bastian Steel BukanCowok Biasa adalah salah satu produksi terbarunya yang kini tengah tayang di RCTI dan mendapat respons yang luar biasa dari pemirsa, kaum remaja. Sinetron yang disutradarai oleh Umam AP dengan menghadirkan sederetan bintang berkenal antara lain Bastian mantan anggota boy band Cowboy Junior, Gunawan, Vonny Cornelia, Sul­tan Jorghy, Nunuk Dathau, Qubil, Agus Madani, jalan ceritanya merupakan adaptasi lepas dari seri Harry Potter.

Harus diakui jika Bastian Steel Bukan Cowok Biasa punya banyak kemiripan dengan Harry Potteer. Mulai dari tema fantasi, pemeran yang masih muda, hingga sihir-sihirnya pun semua sangat serupa. Sinetron yang diproduksi oleh Sinemart ini sepertinya ingin meraup sukses dengan mengadopsi tema sihir remaja yang masih langka di Indonesia.

Sineteron ini mengisahkan Bastian Steel yang juga memiliki tongkat sihir layaknya Harry Potter, selain juga ada beberapa adegan Bastian yang terbang menggunakan sapu sihir yang juga mirip dengan keahlian yang dimiliki Harry Potter. Ada juga beberapa adegan lain seperti yang telah diterlihat dalam film yang diadopsi dari novel karya J.K. Rowling itu.

Kendati sebagian orang menganggap sinetron Bastian Steel Bukan Cowok Biasa itu sebagai plagiasi atas serial layar lebar Harry Potter, pada kenyataannya banyak pula yang antusias menggemarinya. Dimana letak kelebihan dari sinetronnya ini, tidak seorang pun yang bisa menjawabnya. Namun yang pasti, adegan melayang-layang di udara dengan sapu lidi, serta adegan-adegan "yang tidak logis" bisa jadi merupakan daya tarik dari sinetron ini.

Sewaktu BintangFilm menyambangi lokasi syutingnya dibilangan Cibubur, ternyata banyak kerumunan penonton yang begitu terpesona dengan adegan-adegan terbang dan loncat-loncat di udara. Mereka baru tahu, kalau itu merupa­kan trick yang dibuat oleh penata special effect.

Tidak pakai stuntman

"Oh, begitu rupanya, bagus .... bagus.". Komentarseseorang di tengah kerumunan melihat syuting 'Bastian Steel'. Dia jadi tahu kalau bikin film caranya seperti itu. Kebetulan adegan perkelahian di udara yang dilihatnya dua remaja bergelantungan di antara 2 pohon, berkelahi disertai salto. Badannya dililit kawat baja berukuran kira-kira sesuai dengan berat badan keduanya. Menurut pekerja special effect sinetron tersebut punya kawat-baja yang bisa mengangkat benda berat 10 ton. Dan kawat dengan ukuran lain sesuai kebutuhan. Sementara itu sebuah blower besar menyemburkan angin yang besar juga. Bahkan sangat besar. Dimaksud sebagai efek dari per­kelahian itu. Tidak tanggung tangung, blower tersebut digerakkan oleh mesin mobil berkapasitas 2000 CC.

"Slink itu kan cuma membuat efek saja. Diperlukan antara lain untuk adegan terbang termasuk efek perkelahian itu," ujar Ahmad Najiullah, art director. Namun demikian, pekerja yang menangani slink ini adalah orang orang profesional. Mereka sangat teliti, disamping menciptakan gerak perkelahian, tentu saja segala sesuatunya harus aman. "Kalau tidak, pemain bisa celaka. Apalagi Bastian Steel dan Brian Domani yang berkela­hi di udara itu........tidak mau menggunakan stuntman. Kalau toch ada stuntman, ya stuntman-pun kalau boleh tidak celaka," tambah Na­jiullah.

Slink, sebutan kawat baja yang digunakan untuk kegiatan membuat adegan semacam per­kelahian di udara dan sebagainya, seolah-olah kejadian betul, padahal hanya tipuan saja. " Sebetulnya tanpa slink juga bisa," bilang Najiullah, yaitu melalui tehnik chromakey. Bisa pake blue-screen ataupungreen-screen, cuman efeknya kan tidak 3 dimensi. Kalo bikin adegan terbang... ya, terbangnya be­gitu. "Tetapi kalo dengan slink, real terbangnya seperti realistik Bisa dimaenin berdasarkan kebutuhan. Namun demikian, apa-pun yang dilakukan di lapangan , apakah itu lewat slink atau­pun melalui chromakey, hasil shooting ini diolah dimeja editor. Editor inilah yang menghapus kawat-baja dan benda benda lain agar tidak terlihat dilayar TV," jelas Najiullah.

Sinetron ini juga memunculkan adegan sapu terbang,. adegan ular besar. Bukan saja bagian luarnya, bagian dalamnya-pun dibuat ketika anak-anak berada di dalam perut anaconda. "Logis dan tidak logis," begitu komentar Pak Aji, panggilan akrab Najiullah tentang adegan ini. "Ada ketidak logisan memang, tapi dibutuhkan. Itulah yang kita sebut sebagai bumbu-bumbu. Kadang -kadang kita memang senang yang tidak logis. Namanya juga produk tontonan, kan tidak harus selalu logis. Jadi bicara sinetron ini, ya logis enggak logis. Kalau logis malah jadi ngak pantes," tukas Aji lagi.

Lantas bagaimana komentar para bintangnya ? "Sebenarnya sih riskan juga," bilang Bastian, "..kita kan ngak tahu, biar dibilang safe tapi kalo lagi apes, bisa aja kita jatuh. Karena judulnya Bastian, jadi saya mau menunjukkan yang terbaik". Menurutnya, sudah disediakan stand-in, pemeran pengganti Bastian. Tetapi mantan anggota boyband Cowboy Junior ini menolak dengan alasan, daripada ketahuan stand-in nya lebih baik berperan langsung.

Sepertinya, Bastian ingin benar-benar tampil utuh. Setelah memutuskan untuk keluar dari boyband, Coboy Junior (sekarang CJR), Bastian makin aktif di dunia hiburan. Tak cuma bersolo karir sebagai musisi, bocah berambut kriting itu juga mulai menjamah dunia sinetron. Dan Bastian ingin kehadiran-nya tidak cuma sebagai pemanis belaka.Semua adegan yang dilakukannya, tanpa memakai stuntman (pemeran pengganti).

Sudah lebih dari 20 episode sinetron ini ditayangkan. Bastian berhadapan dengan adegan berbahaya ini sedikitnya 3 kali dalam 1 episode. Dia juga terlibat dalam adegan bawah air. Menarik baginya adalah adegan ini dibuat pada malam hari setelah shooting adegan lain selesai.

Bastian Steel Bukan Cowok Biasa adalah sinetron pertama bagi Bastian Steel yang banyak efek-efeknya. Berbeda dengan sinetron sebelumnya yang merupakan cerita drama biasa.. Agak berat memang. Lantas bagaimana pandangan orang tuanya tentang adegan yang berbahaya itu : "Mama selalu nanya, kalo shooting adegan slink, mama selalu nemenin. Kawatir, mama lihat slink nya gimana. Dari pohon ke

pohon, udah gitu.....ya udah. Dari mobil ke mobil. Kalo terlalu riskan, mama minta di-robah aja slinknya," begitu komentar sang Mama.

SASARAN ANAK MUDA

Bastian Steel Bukan Cowok Biasa adalah campuran dra­ma dan komedi."Kita sengaja mengemas itu untuk tujuan ke sasaran anak muda. Tapi ngak lepas dari tayangan jam 5, kita berusaha menarik penonton dibawahnya yaitu anak anak," kata Umam AP selaku sutradara. Dia bersama co-sutradara Himawan BN dan Bobby Muryana menampilkan kehidupan anak-anak remaja yang memiliki indra ke-6. Mereka baru lu­lus dari SMP masuk ke International High School. Mengemas kehidupan yang realistik lewat adegan fiktif.

Sinetron yang menampilkan Gunawan, Vonny Cornelia, Sultan Jorghy, Nunuk Dathau, Qubil , Agus Madani, adalah sinetron yang menghibur. "Di samping memberikan suatu pesan moral dengan adanya si jahat dan si baik lewat visual yang ada. Kita memberikan ke penonton bahwa ada yang ja­hat, tetap aja itu tidak baik," ujar Umam.

Di 'Bastian Steel' ini kita meremix beberapa judul film luar, sedikit kita ambil dari Harry Potter, Spider Man. "Mengenai ilmu sihir kita ngak pake ilmu sihir yang tradisionil kaya yang biasa dipakai Mak Lampir atau yang sejenis, kita lebih ke modern seperti X-Man, atau Matrix. Jadi gerakan gerakan nya lebih ke situ," jelas Umam lagi.

Mengenai tampilnya Bastian sebagai judul dari Bastian Stell Bukan Cowok Biasa, pertimbangannya mungkin karena dia ada­lah public figure yang cukup dikenal masyarakat. Karena itu namanya menjadi judul sinetron ini. Apalagi Bastian tampil tanpa memakai stuntman," urai Umam, yang mengingatkan bahwa sinetron garapannya ini adalah sinetron yang tidak merusak moral. "Yakin deh !" begitu kata Umam.

 

(BINTANG FILM, Edisi 36, Oktober 2014)