Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Ochi Rosdiana : "Anak Harimau" Yang Kini Banyak Penggemarnya

JAUH sebelum namanya dikenal di dunia musik lewat grup JKT 48 (2011), kiprah Ochi Rosdiana di dunia entertain­ment sudah dimulainya sejak tahun 2008. Dia pernah bermain di sinetron. Tapi sayangnya, perannya sebagai Nyingnying di sinetron Ronaldowati tak melambungkan namanya. Justru saat dia bergabung dengan grup JKT 48 pada bulan Novem­ber 2011, barulah gadis kelahiran Depok, 24 Januari 1999 mulai bersinar.

Tapi karena alasan ingin bersolo karier, membuat Ochi Rosdi­ana yang punya nama lengkap Neneng Rosdiana, pada Desember 2012 menyatakan mundur dari JKT 48. Dia mengandeng Gavin MJ dan mengeluarkan album singlenya - Suka Kamu. Sejak itulah Ochi sering muncul di acara musik.

Seringnya muncul dilayar televisi, telah membuat banyak production house berminat menjajal aktingnya. Maka muncullah wajah Ochi di sinetron Putih Abu-Abu (2012), Magic (2013), Akibat Pernikahan Dini (2013), Berkah (2013), Ayah, Mengapa Aku Berbeda The Series (2014), Bintang di Langit (2014), Surat Kecil UntukTuhan The Series 2 (2014) dan yang terbaru 7 Manusia Harimau (2014).

Selain itu juga Ochi pernah bermain pada beberapa FTV seperti Keajaiban Batu Renggang, Nemo Raksasa, dan Legenda Ular Piton Putih. semua FTV ini bercerita tentang hal-hal yang mustahil.

Pitaloka adalah anak salah satu Harimau, Putih Abu (diperankan oleh Sigit Hardadi]. Dia anak yang paling cerdas di desa Kumayan, satu desa yang percaya sama hal-hal yang mistis, dan gaib. "Tapi aku satu-satunya orang yang nggak percaya dengan hal semua itu. Walaupun ayahku seorang harimau, ayah tidak marah soal itu. Karena aku pinter di pelajaran," ungkap Ochi memulai pembicaraannya dengan reporter Muntaco Fado dari Tabloid BintangFilm, yang menyambangi lokasi syutingnya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Pak Mara yang ditugaskan dari Jakarta untuk mengajar di desa agar supaya anak-anak desa jadi cerdas. Tidak cuma ber-pikir pada hal-hal yang berbau mistis. "Awalnya aku ngak mikirin cinta, ngak mikirin pacaran, Tapi tiba-tiba pas Pak Mara muncul, aku jadi suka pada beliau. Sementara ada gadis lain, namanya Karina, yang juga menaruh hari pada Pak Mara. Karina (Syahnaz Sadiqah). Dia adalah sahabatku, kemudian menjadi musuh aku karena sama-saman tertarik pada Pak Mara," tambah Ochi.

Untuk menarik hati Pak Mara - yang ternyata jelmaan harimau ketujuh - begitu cerita Ochi, Karina dengan cara ngasih tunjuk kalo dia itu pinter berilmu gaib. Waktu itu Pak Mara sempat di teluh seseorang sampe muntah darah. "Pak Mara disembuhin oleh Karina. Nah di situ Pak Mara kagum pada Karina. Aku sempet cemburu. Tapi aku masih belum percaya sama hal-hal gaib itu. Aku pasti bisa narik perhatian Pak Marah dengan kecerdasan aku. Pak Marah juga kagum sama aku. Soalnya satu-satunya murid dikelas itu yang setiap matematika, tahu jawabannya. Nah, di sinilah dimulainya konflik dan terjadi hal-hal mistis. Di samping terjadi pertarungan antara hal-hal yang gaib dan nyata. Saya harus melakukan adegan fighting, bertarung untuk memperebutkan hati Pak Mara yang merupakan turunan harimau ketujuh," tambah Ochi.

Lebih lanjut Ochi bilang : "Untuk melakukan adegan-adegan fighting itu, wah capek banget. Itu action, banyak shot-nya, tangan nonjok, kaki nendang, semuanya. Awal-awal susah, tapi setelah ngejalanin beberapa hari langsung on. Soalnya aku punya basic dance, tinggal ngafalin koreonya aja, ditambah power buat fighting."

Menurut Ochi, peran seperti ini baru pertama dilakukannya. Dan ini betul-betul melelahkan. "Bayangkan, setiap episode selalu ada adegan fightingnya. Untungnya ada Om Robert Santosa, sutradara khusus fighting yang jadi instruktur bagaimana adegan fightingnya jadi indah di layar," ujar Ochi. Ada pakai stand-in nggak ?

"Soal stand-in, terjadi kalo ada adegan salto dan yang sejenisnya atau adegan-adegan berba haya. Kalo cuma tonjok-tonjokan aja sih aku sendiri. Tidak harus menggunakan stunt-man. He..he..," tukas Ochi lagi, sambil memperlihatkan beberapa bagian tubuhnya yang lebam-lebam. Meski begitu, Ochi bisa tetap menjaga staminanya agar tetap fit. Ochi tak lupa mengkonsumsi buah-buahan, susu, vitamin dan suplemen.

Untuk itu Ochi mengaku enjoy memerankan tokoh Pitaloka ini. "Di sini aku pertama kali dapet peran cewek baik-baik, tegas, tapi berwibawa. Biasanya mah, antagonis terus," ungkap Ochi yang sejak awal sudah tertarik terhadap ceritanya.

Dan ternyata sinetron 7 Manusia Harimau ini telah membawa berkah bagi Ochi. Karena sinetron yang ditayangkan oleh stasiun RCTI setiap pukul 20.15 WIB ini, sampai kini masih menduduki 5 besar sinetron yang disenangi  pemirsanya.  Dengan  begitu, nama Ochi terus bertengger sebagai salah satu bintang muda yang digemari.

 

(Bintang Film, Edisi 38, Desember 2014)