Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Citra Kirana : Mencoba Bisnis Kuliner

Tak hanya ingin berjaya di sinetron, aktris ini juga menyiapkan masa depannya yang lain.

Tak banyak bintang baru yang bisa menyamai prestasi Citra Kirana (20) di dunia sinetron. Tak sampai 5 tahun terjun di dunia akting, ia sudah membintangi enam sinetron yang memiliki durasi tayang hingga ratusan episode dan tiga FTV.

Tahun 2013 lalu, bintangnya bersinar terang. la berhasil membawa pulang tiga penghargaan bergengsi: Aktris Terfavorit Panasonic Gobel Award, Aktris Terfavorit Indonesia Kids Choice Awards, dan Aktris Sinetron Terpuji Festival Film Bandung, Selain ingin makin memantapkan kemarppuan aktingnya dengan mengeksplorasi banyak peran, ia juga tengah sibuk memulai bisnis baru.

Melejit Berkat Rumana

Nama Citra melejit dan dipuji penikmat sinetron setelah ia berperan sebagai Rumana dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Wajah cantik dan sikapnya yang lembut berhasil menghidupkan sosok Rumana, seorang wanita muslim intelek lulusan universitas di Kairo yang taat beragama.

Awalnya, cukup sulit bagi Citra, yang sebelumnya justru lebih banyak memerankan tokoh antagonis, untuk berperan sebagai Rumana. Menurut wanita kelahiran 23 April 1994 ini, ia sempat takut ketika membaca dialog Rumana. "Karena banyak mengangkat soal agama dan hadis-hadis nabi, bebannya jadi lebih besar. Tapi, saya dibantu sutradara dan pemain lainnya," katanya, bersyukur.

Meski begitu, ia mengaku sempat tak percaya diri dengan aktingnya sebagai Rumana. Jadi, tiap selesai satu episode ditayangkan, ia langsung sibuk meminta pendapat orang tua dan ketiga kakaknya. Kritik dan masukan dari mereka inilah yang ia gunakan untuk memperkaya perannya sebagai Rumana.

"Mereka mengomentari tatapan mata saya yang masih terlalu galak atau lirikan mata saya yang mereka anggap nakal. Mungkin karena terbiasa dengan peran antagonis, ya, jadi saya masih suka terbawa," katanya, sambil tertawa.

Sebelum berperan sebagai Rumana, wanita yang memiliki tinggi 173 cm dan berat 58 kg ini terlebih dahulu bermain di sinetron Nikita (2010), Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan (2010), Safa dan Marwah (2010), Dewa (2011), dan Putriyang Ditukar (2011). Meski berangkat dari peran-peran antagonis, namanya justru melambung ketika ia memerankan tokoh protagonis di Tukang Bubur Naik Haji.

Hingga saat ini, Citra mengaku masih sibuk syuting Tukang Bubur Naik Haji dari hari Senin hingga Sabtu. Meski sudah mencapai 1.000 episode lebih, sepertinya sinetron tersebut masih terus diperpanjang episodenya. Citra mengaku senang-senang saja karena itu berarti sinetronnya masih digemari penonton. "Kalau nanti hams berakhir, semoga memang karena jalan ceritanya, bukan karena sudah tidak ada penonton sehingga harus berhenti begitu saja," ungkap wanita yang sudah menekuni sinetron sejak usia sangat belia, 13 tahun.

Dua tahun memerankan tokoh Rumana, membuatnya diidentikkan dengan sosok wanita religius. Tapi Citra tidak merasa terganggu, menurutnya penilaian itu justru membuat ia menjaga sikap dan perilaku agar tidak kebablasan. "Ada juga penonton yang bertanya kapan saya mau berhijab seperti Rumana," kata wanita yang rutin fitnes ini.

Ingin Jadi Pebisnis

Finalis Gadis Sampul tahun 2007 ini sebenarnya tak pernah punya cita-cita terjun di dunia sinetron. Awalnya, ia hanya iseng-iseng mengikuti saran kakak pertama dan keduanya, Fitria Agustina dan Ladya Christina, untuk mengikuti ajang pemilihan Gadis Sampu. "Justru kedua kakak saya yang sebenarnya punya ambisi untuk jadi Gadis Sampul. Eh, malah saya yang justru masuk jadi finalis," cerita Citra, tentang langkah pembukanya terjun di dunia entertainment.

Pertama terjun ke dunia sinetron, Citra sempat patah hati. Gara-garanya, sinetron pertamanya yang berjudul Janji Cinta, yang ia perankan bersama Raffi Ahmad, hanya bertahan satu bulan dan dihentikan tayangannya karena rating-nya kurang bagus.

Namun, berkat dukungan moril dari ibunya, Citra berusaha bangkit dengan mengikuti banyak casting. Hingga akhirnya ia mendapat peran sebagai Vina, di sinetron Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan.

Sekarang tak hanya Citra yang sibuk di sinetron, kakak ketiganya, Erica Putri, juga mengikuti jejak langkahnya di panggung layar kaca. Orang tua mereka, Yanny Christina dan Iwan Siregar, memang tak melarang anak-anaknya untuk terjun ke dunia sinetron.

Sibuk di sinetron harus dibayar Citra dengan absen mengikuti pendidikan di universitas setelah lulus SMA. Tapi, ia bercita-cita melanjutkan kuliah. "Saya mau kuliah bisnis. Karena ini bidang lain yang saya gemari, selain berakting. Tapi belum tahu mau di universitas di dalam atau di luar negeri" katanya.

Sekilas si bungsu dari empat bersaudara ini terlihat sebagai anak mama. Tetapi, makin lama ngobrol dengannya, kesan dewasa terasa kuat mengalir dalam kalimat-katimatnya.

"Saya paham sekali dunia sinetron tak bertahan selamanya, jadi sejak sekarang saya sudah sibuk mempersiapkan masa depan, jika nanti tak laku lagi di sinetron," kata wanita yang penah bercita-cita menjadi pramugari ini.

Untuk itu, ia mengaku rajin menyisihkan uang dari jerih payahnya di lokasi syuting untuk modal mengembangkan usaha. Saat ini, ia telah memiiiki beberapa rumah indekos di Bandung. Menurutnya, bisnis ini akan jadi lahan basah dan bisa bertahan lama, karena tempat tinggal merupakan kebutuhan dasar manusia.

Selain itu, ia juga tengah mematangkan konsep bisnis selanjutnya, sebuah restoran Sunda. Diakui Citra, restoran jenis ini memang sudah banyak di Jakarta, tapi ia tak takut kalah saing. Prinsipnya, asal menyediakan rasa dan tempat yang istimewa, pasti akan dicari orang.

Meski siap menghadapi masa depan, Citra berharap jalannya di sinetron masih panjang. la juga tak ingin dikenal sebagai artis one hit wonder. "Jika sekarang sebagai Rumana akting saya dianggap berhasil, maka saya ingin ke depannya makin banyak peran yang saya mainkan diterima di hati penonton," katanya.

Sibuk syuting, yang paling dirindukan Citra adalah waktu kumpul bersama keluarga yang kian menipis. Dan rasa rindu itu makin nyata ketika bulan Ramadhan tiba. Karena waktunya lebih banyak dihabiskan di lokasi syuting, poahpada bersama keluarga.

"Puasa tahun lalu saja saya habiskan di lokasi syuting. Begitu pula tahun ini. Makanya, kalau libur syuting, saya prioritaskan bukber bareng keluarga," ungkap wanita yang paling senang berbuka puasa dengan es buah buatan ibunya.

Untuk Lebaran tahun ini, Citra mengaku tak punya rencana khusus. Yang pasti ia akan menghabiskan libur hah raya di kota Bandung melepas rindu bersama sanak keluarga dan teman-temannya

 

(FEMINA, Edisi 27, 5-11 Juli 2014)