Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Demam Anak Jalanan

Dominasi sinetron Anak Jalanan (AJ) tak terbendung. Tayang selepas magrib, sinetron yang ceritanya ditulis Hilman Hariwijaya ini hingga memasuki minggu ketujuh penayangan tidak sekalipun tergelincir dari singgasana data kepemirsaan televisi yang dikeluarkan AGB Nielsen. Mengungguli GGS Returns, Elif 2, Pangeran, D'Academy Asia, dan 7 Manusia Harimau yang belakangan pindah jam tayang jelang tengah malam. Data terbaru yang dikeluarkan Rabu (25/11), TVR menyentuh rating 8 dan share di atas 30 persen—yang artinya 30 persen penonton TV di Indonesia pada jam itu menyaksikan AJ.

Kesuksesan masif AJ memacu semangat tim produksi serta para pemain. "Memertahankan lebih sulit daripada meraih. Tapi kami yakin penulis mampu membuat cerita AJ semakin menarik," ucap Stefan di lokasi syuting AJ di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Tantangan ke depan akan semakin berat. Terlebih stasiun TV yang selama ini menjadi pesaing utama tengah menyiapkan sinetron bergenre sejenis berjudul Anak Menteng, yang menurut rencana tayang Desember.

Ini kali keempat Bintang menampilkan kisah dari lokasi syuting AJ. Setelah tiga edisi sebelumnya mengulik kisah Stefan William (22) dan Natasha Wilona (16), kali ini Immanuel Caesar Hito (22) yang melakoni Mondy dan Raya Nurfitri Rahmadiana (21) atau lebih dikenal Raya Kitty yang berperan sebagai dirinya berbagi cerita tentang karier, penggemar, AJ, dan masih banyak lagi. Meski terbilang pendatang baru, penggemar mereka di media sosial sudah mencapai puluhan, bahkan ratusan ribu. "Raya-Mondy ini menurutku lebih berpeluang mengalahkan (fenomena) Digo-Sisi," prediksi seorang penggemar yang merupakan penonton setia sinetron remaja.

RAYA KITTY

DARI LINTASAN BALAP KE LINTASAN SYUTING

Raya Kitty bukan nama asing di dunia otomotif. Terjun ke arena balap pada 2013, Raya dikenal sebagai salah satu pebalap wanita berprestasi. Tidak puas hanya membalap, ia merambah dunia akting lewat sinetron AJ. Dalam waktu singkat ia menjelma menjadi bintang baru. Duduk di bangku berwarna kusam di bawah pepohonan, ia bercerita panjang lebar kepada Bintang. Mulai dari ketertarikannya dengan dunia otomotif sampai debut akting di AJ.

 

IMMANUEL CAESAR HITO

BELI MOBIL DARI ANAK JALANAN

Belasan tahun lalu, cowok cakep ini bukan siapa-siapa. Mengawali karier sebagai figuran yang tak dibayar honornya, Immanuel Caesar Hito kinI menjadi idola baru remaja berkat peran Mondy di AJ. Tidak hanya dikenal ramah dan baik hati, penampilannya juga sederhana. Dari penghasilannya di AJ ia sudah bisa membeli mobil baru.

DEMAM ANAK JALANAN YANG BIKIN MERINDING

Kembali datang ke lokasi syuting AJ, Bintang merasakan atmosfir yang berbeda. Kali pertama ke lokasi AJ awal November lalu, terasa sepi. Tak banyak penggemar yang menyaksikan langsung syuting AJ baik di kawasan TMII maupun kawasan Jatiwarna. Pun begitu ketika datang untuk kedua kalinya. Kalaupun ada hanya segelintir. Namun, kondisinya jauh berbeda ketika untuk kali ketiga kami menyambangi lokasi syuting AJ pada 19 November lalu. Lokasi penuh sesak oleh penggemar yang menunggu giliran untuk foto bareng idola mereka.

Suasana heboh semakin menjadi dalam kunjungan kami yang keempat. Bertempat di anjungan Taman Budaya Tionghoa dan area parkir taman burung TMII, penggemar tampak antusias menyaksikan proses pengambilan gambar AJ dari pagi hingga malam hari. Keriuhan mereka bikin merinding. Mereka tidak hanya berasal dari Jabodetabek tapi juga luar kota seperti Jambi, Manado, Solo, Surabaya, dan Palembang. Tak ketinggalan kamera ponsel dikeluarkan dari saku celana atau tas untuk mengabadikan momen ini.

"Tiap hari di lokasi ada saja penggemar yang datang. Paling ramai Sabtu dan Minggu. Penuh, sampai kami enggak bisa lewat jalan (ke basecamp)," ungkap Cemal Faruk yang berperan sebagai Alex ketika berbincang santai dengan kami di TMII.

Saat penggemar meminta foto bareng dan tanda tangan, para pemain melayani satu per satu dengan ramah, meski lelah. "Kak, minta foto, dong," pinta penggemar kepada Natasha, usai pengambilan gambar di sebuah ruangan yang diset seperti kelas. Dengan senyum mengembang di bibir tipisnya, ia melayani permintaan penggemarnya. "Secapek apa pun tetap aku ladeni. Aku harus tetap menghargai mereka. Tetap foto bareng mereka. Bukan apa-apa, kasihan mereka sudah datang dari jauh khusus untuk menemui kami. Bagaimana pun penggemar yang membuat AJ sukses seperti sekarang. Tanpa mereka artis bukan apa-apa. Makanya aku suka bingung kalau lihat artis sombong pada penggemarnya," ucap Natasha.

Melihat animo penggemar yang rela menunggu berjam jam hanya untuk melihat dari dekat idola, Natasha tak habis pikir. Pengorbanan mereka untuk mencapai lokasi sangatlah besar. Tidak hanya dari segi materi, tenaga dan pikiran mereka juga terkuras. "Mereka datang dari jauh demi orang yang mereka tidak kenal. Kita mungkin akan berpikir dua kali untuk mendatangi orang nun jauh di sana demi bisa foto bareng. Makanya aku harus menghargai usaha mereka. Kadang mereka membawakan makanan seperti donat, kerupuk, bika ambon, dan kue-kue. Banyak juga yang membawakan kado, besar banget pengorbanan yang mereka lakukan pada kami," bilang Natasha yang selalu ditemani mamanya di lokasi syuting, terharu.

Ini kali pertama Natasha merasakan kehebohan luar biasa. Dampak sinetron-sinetron sebelumnya terhadap dirinya tidak sebesar ini. Maka, ia tidak merisaukan soal lebih dikenal sebagai Reva ketimbang nama aslinya. "Aku enggak keberatan mereka lebih mengenalku Reva. Artinya, tokoh yang aku perankan ada di hati mereka," kata Natasha.

Sejauh ini tidak ada penggemar fanatik AJ yang aneh-aneh. Kalaupun ada yang nekat menerobos memaksa masuk basecamp hingga mengganggu waktu istirahatnya, tetap ia ladeni dengan ramah. "Aku maklumi saja. Tetap aku ladeni permintaan mereka. Cuma aku ingatkan kepada unit AJ saja agar memberi tahu mereka, basecamp merupakan area pribadi para pemain," ungkap Natasha.

Menunggu giliran syuting, Raya juga melayani permintaan foto bareng penggemarnya yang tidak hanya remaja tapi juga orang dewasa. "Enggak ada perbedaan antara fans di sinetron dan fans di balap. Aku selalu sambut dengan baik permintaan foto bareng, tanda tangan, dan salaman. Cuma fans sinetron masih banyak yang belum tahu aku asli pembalap," ucap Raya.

Kehadiran penggemar menjadi pelecut Hito untuk menampilkan akting yang terbaik. la tidak ingin mengecewakan penggemar yang sudah meluangkan waktu menonton AJ. "Aku enggak merasa terganggu dengan mereka. Buatku mereka bukan fans melainkan teman yang suka kasih support. Itu sebabnya aku tetap harus melayani permintaan foto bareng dan tanda tangan. Dari hal kayak begini aku belajar agar tidak mengalami star syndrome. Biar enggak lupa diri, ingat aku dulu awalnya seorang penggemar," kata Hito.

Dari sekian pemain, Stefan paling dielu-elukan. Dialah bintang di antara bintang. Kami saksikan dengan mata kepala sendiri, ketika Stefan tiba di lokasi syuting menggunakan mobil sedan BMW warna putih, para penggemar langsung mengerubunginya. Ada yang langsung menodongkan kamera ponselnya untuk foto, ada yang mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman, ada juga yang hanya sekadar mengelus pipi dan rambutnya. Pun saat Stefan istirahat makan di lantai 2 basecamp, para penggemar tak henti-hentinya meneriakkan nama Stefan atau Boy. "Nanti Stefan juga turun. Sabar, ya," seorang kru berusaha menenangkan.

Kehebohan semakin menjadi saat Stefan turun, menuju set syuting yang telah disiapkan. Mereka rela berdesak-desakan demi bisa berswafoto bareng Stefan. Hebatnya meski dikejar syuting, ia tetap dengan santai melayani permintaan penggemarnya.

 

(BINTANG INDONESIA, EDISI 1275, V NOVEMBER 2015)