Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Teuku Ryan - Vira Yuniar : Adu Akting di Sinetron Ramadhan

Memerankan dua orang yang sedang mabuk kapayang, Vira dan Ryan adu akting di sinetron Ramadhan. Seperti apa pengalamannya?

Pasangan Teuku Ryan dan Vira Yuniar bersyukur, sebab pasca menghadapi ujian besar, mereka justru mendapat kepercayaan bermain di sinetron Ra­madhan yang berjudul Anak-Anak Manusia (RCTI).

Di sinetron itu, Ryan berperan sebagai Dahlan sedangkan Vira Yuniar berperan sebagai Anita.

Sinetron ini mengisahkan tentang kehidupan di sebuah kampung di pinggiran kota metro­politan yang penuh konflik. Namun diantara banyaknya persoalan, tetap ada bumbu asmara di dalamnya.

Meski terlibat juga dalam persoalan-persoalan yang ada, Dahlan ternyata menaruh hati kepa da Anita.

"Tapi saya dan Vira tidak langsung menjadi suami-istri, seperti Jihan dan Primus. Tapi ada pro­ses di dalamnya. Saya menyukai Anita, namun terlalu banyak halangannya. Selalu dijahili sama yang lain-lainnya Sehingga harus berjuang ekstra keras untuk mendapatkannya," terang Ryan.

Vira pribadi mengaku sangat puas dengan peran Anita yang selalu tampil smart sehingga jadi rebutan cowok. Salah satunya adalah Dahlan yang diperankan Ryan. "Saya senang karena yang melakukan pendekatan untuk menjadi kekasihnya adalah suami saya sendiri," kata Vira.

Profesional

Meski tidak sama persis, tapi kisah mereka di sinetron ada kemiripan dengan kehidupan nyata. "lya pas banget buat saya dan buat kita berdua. Anggap saja seperti pendekatan Ryan kepada saya dalam kisah sebenarnya. Yang jelas hati saya tetap untuk dia," ucap Vira sambil melirik ke Ryan.

Karena main di sinetron yang sama, Ryan dan Vira lengket bak perangko. Sering mereka berangkat syuting bersama, pulang bersama. Namun ada kalanya, harus berangkat sendiri karena framenya berbeda.

Untungnya lagi, ka­rena syuting dilakukan di bulan Ramadan, mereka bisa berbuka bersama meski di lokasi syuting.

"Kalau sinetronnya di-pisah, buka puasa bisa beda. Paling BB-an. Sekarang kan bisa sama-sama. Saya bisa nyediakan menu buka puasa untuk suami saya di lokasi syu­ting," kata Vira.

Tak salah produser memasang mereka bermain di Anak-anak Manusia. Sebab, Ryan dan Vira telah menunjukkan kelasnya sebagai aktor dan aktris profesional. "Apalagi peran mereka juga sebagai pasangan, praktis chemistry mereka semakin kental," kata Anwar Arsan, pimpinan produksi sinetron Anak-anak Manusia ketika dihubungi Nyata, Jumat (12/7) lalu.

Hal itu terlihat, saat mereka berdua, yang pada Jumat (12/7) siang berada dalam satu frame (adegan), tidak banyak pengulangan saat berakting. "Sekali ta­ke langsung oke. Ini membuat proses produksi lancar. Inilah untungnya mengarahkan artis senior apalagi mereka secara nyata juga pasangan pasutri," tukas Anwar.

Kekompakan Ryan dan Vira tidak hanya terlihat di depan kamera saja. Menurut pandangan Anwar yang berada di lokasi, sejak datang sore hari, sampai larut malam, Ryan dan Vira tetap kompak dan mesra.

"Saat buka Vira menyediakan menu untuk Ryan. Ketika salat, Ryan yang mengimami. Di mata kita yang bekerja dalam satu tim, mereka berdua memang pasangan yang benar-benar serasi," puji Anwar.

 

(NYATA, Edisi 2193, III Juli 2013)