Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Waduh! Lagi-Lagi Mardani

Mardani yang kini telah menjadi buta, ternyata tetap saja punya sifat sombong dan suka membodohi orang lain. Terutama terhadap istrinya Encun, dan orang tuanya. Seperti apa tingkah pola Mardani di sinetron Anak-Anak Manusia?

Saat Mardani (Teddy Syah) yang kini telah menjadi buta, sedang menjajakan sotonya di jalan raya, bersama adiknya Selbi (Asri Welas), mereka di tengah jalan bertemu dengan Dahlan (Teuku Ryan). Dahlan memuji Mardani yang dinilainya punya semangat baja untuk kembali bangkit dari keterpurukan.

Bukannya senang dipuji seperti itu, Mardani justru marah pada Dahlan, yang dianggapnya senang melihat penderitaannya. Karena rumahnya kebakaran, Mardani mengalami kecelakaan yang membuat matanya menjadi buta.

Seperti diketahui, akibat Mawi (Primus Yustisio) marah pada Mardani, muka Mardani disiram bakso. Saat Mardani menggosok-gosok wajahnya sambil berjalan di warungnya, tanpa sengaja Mardani menabrak tabung gas, sehingga menyebabkan rumahnya terbakar.

Itulah salah satu cuplikan Anak-Anak Manusia, sinetron yang ditayangkan RCTI, pekan lalu. Mardani dikisahkan bukan saja sombong saat kaya dan sehat, tetapi setelah rumahnya kebakaran dan jatuh miskin, tetap saja bersikap sombong. Termasuk senang mengakali orang lain demi kepentingannya sendiri.

Menjalani peran sebagai orang buta, ternyata bukan masalah besar bagi Teddy Syah. Karena, walaupun secara fisik Mardani kini buta, tetapi karakternya tidak berubah, yaitu sombong dan suka mengakali orang lain.

"Bedanya akting Mardani sehat dengan Mardani buta hanya soal pegang tongkat. Kalau dulu Mardani bisa berjalan dengan lincah, sekarang Mardani harus pegang tongkat," kata Teddy Syah saat dijumpai di lokasi syuting di Cibubur, Rabu (7/5).

Menurut Teddy, apa yang ia lakukan pada sinetron tersebut sudah tergambar jelas dalam skenario. Sehingga, saat ia membaca keseluruhan skenario tersebut, maka sudah jelas adegan yang dilakukan oleh Mardani secara detail.

"Ini kan sinetron stripping. Syutingnya dilakukan setiap hari. Jadi enggak mungkin kalau saya harus melakukan survei bagaimana menjadi orang buta. Enggak sempat waktunya," tambah suami artis Rina Gunawan ini.

Syuting Di Jalan Raya

Syuting adegan yang digelar Rabu (7/5) dan ditayangkan di hari yang sama itu dilakukan di Jalan Raya Mawar, Cibubur. Hilir mudik kendaraan pun membuat syuting jadi berjalan lambat.

"Ini memang risiko kalau syuting di jalan raya. Satu scene yang biasa digarap dalam waktu sepuluh menit, kalau dilakukan di jalan raya bisa menjadi setengah jam. Karena kami juga harus mengatur kendaraan yang akan lewat," ujar Latief Raden, sutradara Anak Anak Manusia saat ditemui di lokasi syuting di Cibubur, Jakarta Timur, pekan lalu.

Latief mengungkapkan, syuting di jalan raya yang nyaman adalah dengan cara memblokade ruas jatan tertentu pada waktu tertentu. Tujuannya agar konsentrasi bekerja para kru sinerron tidak terganggu dengan hilir-mudiknya kendaraan yang lewat. "Kalau jalan itu diblokade, kru jadi bisa membatasi hanya mobil yang berkaitan dengan sinetron saja yang boleh melalui jalan ini," tambah Latief.

Latief mengungkapkan, menggunakan jalan raya tersebut dalam syuting, karena memang merupakan tuntutan skenario. Kebetulan di wilayah tempat syuting Anak-Anak Manusia, kebanyakan berupa gang sempit, sehingga tidak bisa digunakan. Tidak ada pilihan lain, syuting hari Rabu itu terpaksa dilakukan di jalan raya yang ramai.

Yang disibukkan dengan syuting di jalan raya bukan saja kru sinetron yang terlibat langsung di lapangan. Tetapi juga bagian editing di studio. Karena mereka harus memotong bagian gambar yang terlihat kendaraan yang bukan berdasarkan skenario, atau istilah 'gambar bocor'. Bagian editing juga harus memilih bagian gambar yang tidak terdengar suara gaduh mobil lewat atau ramainya penonton.

 

(Cek & Ricek, Edisi 820, 14-20 Mei 2014)