Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Kekompakan Geng Berondong Tua

Walau bukan peran utama, kehadiran Dadang, Dudung, dan Diding, selalu ditunggu penggemar serial Anak Jalanan. Tidak hanya dalam adegan, ketiganya juga kompak di luar syuting. Mereka sering berkumpul, karaoke, selfie, berkendara moge, sampai menjenguk salah satu yang sedang sakit.

Bagi penggemar sinetron Anak Jalanan, tentu tak asing dengan kehadiran tiga pria setengah baya yang menjadi teman dan 'anak buah' Abah Rama (Fathir Muchtar), sekaligus ayah Raya (Raya Kitty). Mereka adalah Dadang, Dudung, dan Diding. Ketiganya diperankan oleh Aldo Bamar, Firman Maliksyah, dan Bobby Saleh Malik. Selain nama yang terbilang lucu bak serial animasi, karakter mereka yang unik dengan khas logat bahasa Sunda, membuat sinetron Anak Jalanan menjadi bumbu mujarab pelepas penat.

Sejak awal, ketiganya sudah setia menjadi sahabat karib Abah Rama. Terutama, saat mereka menjadi anggota geng motor gede dari Bandung, bersama Abah Rama, ketika masih muda dahulu. Beberapa tahun berlalu,-Abah Rama dan ketiganya, tobat dan tak ingin menjadi anggota geng motor lagi.

Kini, mereka memilih hijrah ke Jakarta dan membantu dengan bekerja di bengkel kendaraan milik Abah Rama. Meski bukan peran utama, kehadiran mereka selalu ditunggu penonton.

Meski sudah menua, penampilan Dadang dan dua temannya, masih seperti kumpulan anggota geng motor: berjaket denim, penutup kain diikat di dahi, dan bermotor moge. Hanya saja, mereka sudah tobat tak ingin lagi menjadi anggota geng motor.

Tapi, jangan salah. Meski sudah berumur, kemampuan Dadang cs berkendara moge dan jago bela diri, masih jempolan. Mereka menamakan sendiri, Geng Berondong Tua, karena ketiganya belum mau menikah.

Kemana pun pergi, mereka selalu bersama dan tak terpisah. Kekompakan dan keseruan trio ini ternyata tak hanya berlaku di setiap scene. Mereka juga akrab dan kompak satu sama lain di luar syuting.

Seperti Keluarga Sendiri

Seperti saat break syuting, Jumat (26/8) lalu, mereka menceritakan, beberapa hari sebelumnya sempat bertandang ke rumah karaoke hanya untuk rehat setelah sehari penuh syuting.

"Ya, ini supaya mengendorkan urat-urat yang tegang, hehe. Kami ini sebenarnya penyanyi lo. Eh bukan, singer," ucap Aldo, pemeran Dadang. Dibanding dua temannya, Aldo rupanya lebih menyukai musik dangdut.

Tidak hanya bertiga, mereka juga beberapa kali berkaraoke bersama pemain lain yang lebih muda. "Pokoknya, jangan kalah dengan yang muda," timpal Firman, pemeran Dudung.

Kebersamaan tak hanya di rumah karaoke. Di beberapa kesempatan, mereka jarang sekali berpisah. Saat berkumpul dan reading, biasanya mereka bersenda gurau dan berbincang santai.

Menariknya, ada satu momen ketika Firman pernah menderita sakit dan dirawat di rumah sakit, dua temannya datang membesuk dengan mengajak serta Fathir Muchtar.

Aldo menilai, sinetron yang mereka mainkan membawa berkah terdalam bagi ketiganya. Selain memiliki kedekatan personal satu sama lain di luar syuting, mereka menjadi lebih dekat seperti tak ada sekat lantaran sering dalam satu scene. "Seperti keluarga sendiri," singkat Aldo.

Meski ketiganya sudah kepala empat, mereka tak canggung untuk melebur bersama pemain lain yang lebih muda.

"Kami enggak merasa menjadi tua, tapi terlihat lebih muda. Darah muda kami sudah mengakar ke darah. Justru yang muda-mudah malah ikut jadi tua karena gabung dengan kami-kami, hehe," Sahut Bobby. Ceppy F. Bachtiar

 

(Cek & Ricek, Edisi 940, 31 Agustus - 6 September 2016)