Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Nia Ramadhani : Syuting Lagi Setelah 3,5 Tahun

Perempuan yang akrab disapa Nia ini vakum dari dunia hiburan selama 3,5 tahun. Selama itu, ia fokus dengan keluarga. Kini, istri Ardie Bakrie ini kembali berakting. la didapuk sebagai pemeran utama di salah satu sinetron garapan sinemArt yang berjudul Puteri Nomor Satu.

Setelah menikah dengan Ardie Bakrie pada tanggal 1 April 2010, Nia mengaku fokus mengurus keluarga. Terlebih, pada 2 Juni 2012 lalu, ia dikaruniai putri kecil bernama Mikhayla Zalindra Bakrie. Kehadiran sang buah hati semakin melengkapi kebahagiaan perempuan kelahiran Jakarta, 16 April 1990 ini. Sesekali, ia memang kerap tampil di layar kaca. Namun, itu hanya sebatas membantu kegiatan suaminya di bidang sosial.

Perempuan yang mengawali karier di dunia akting sejak usia 15 tahun ini, kini kembali ke dunia peran yang telah membesarkan namanya. Nia mengatakan, kemunculannya di layar kaca kali ini menjadi yang pertama. "Terakhir itu aku bermain di sinetron Alisha, sebelum menikah. Setelah 3,5 tnhun, akhirnya aku berakting lagi," katanya di sela syuting sinetron Puteri Nomor Satu di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, (1/8).  

Sebenarnya, keinginan Nia untuk kembali bermain sinetron sudah dipendamnya sejak lama. Namun, karena berkomitmen mendahulukan kepentingan anak dan keluarga, ia memilih mengorbankan kariernya dan memilih menjadi ibu rumah tangga. "Pertimbangan untuk bermain sinetron sudah ada sejak dulu. Aku syuting lagi pas anak sudah berumur 1 tahun, sudah bisa dititipkan sama oma dan opanya," katanya.

Beruntung, sang suami sangat mendukung keputusannya kembali berakting. Sebelum menerima tawaran sinetron itu, Nia sudah mengajukan beberapa catatan kepada produser. Salah satunya menjalani syuting sehat, yakni syuting di hari kerja dan pulang sebelum malam. "Ardi sih nggak pemah kasih aturan yang macam-macam dan ribet, ya. Dia orangnya asyik kok, pengertian. Tapi, aku-nya saja yang harus tahu diri. Kalau dulu mungkin saya masih single, tapi sekarang kan aku sudah ada yang harus diurus, anak dan suami," tutur putri dari Priya Ramadhani dan Chanty Mercia itu.

Bukan hanya suami, beberapa sahabat pun ikut mendukung kembalinya Nia ke dunia akting. Termasuk dua aktor yang beradu akting dengannya, Raffi dan Rezky. Seakan menjadi sebuah reunian, ketiganya saling membantu dalam mendalami skenario. Chemistry pun bisa dengan mudah terbangun "Beruntungnya, mereka berdua bukan teman baru buat aku. Aku sudah mengenal mereka cukup lama, jadi enjoy saja. Suami pun nggak cemburu kalau aku adegan mesra dengan mereka, karena suamiku pun tahu mereka berdua adalah sahabat-sahabatku," katanya.

Lantaran sudah lama tak tersorot kamera, Nia mengaku grogi saat berhadapan lagi dengan kamera di lokasi syuting. Bahkan, ia mengaku sempat malu harus beradu akting dengan Rezky Aditya yang sudah banyak tampil di sejumlah sinetron. la sempat memiliki bayangan, dirinya tidak bisa menguasai skenario. "Sebelum mulai syuting, aku bilang 'Rezky, sumpah gue malu. Dulu lo dompleng gue, sekarang gue dompleng lo'. Awalnya aku sempat takut nggak bisa lagi hafalin skenario tapi ternyata hal itu nggak terjadi," ujar pemain film Hantu Jembatan Ancol ini.

Dukungan dari lawan main, sutradara, dan kru dapat membangkitkan rasa percaya diri Nia. "Awalnya sempat ragu, bisa nggak aku akting lagi. Bayangin, 3,5 tahun nggak berakting. Hari pertama aku masih butuh bantuan sutradara. Aku nggak pede, aku takut nggak bisa ngejalanin skenario. Untungnya dengan bantuan sutradara, kita bersama-sama menghasilkan karya," imbuhnya.

Meski harus menjalani syuting kejar tayang, Nia tetap terlihat bersemangat. Katanya, syuting justru membuat hatinya senang. Itu terlihat saat ia tengah menjalani syuting sinetron terbarunya Putri Nomor Satu. Rona lelah tak nampak di wajahnya. Padahal, cuaca hari itu cukup terik. Lokasi syuting juga dilakukan di luar ruangan.

Dalam sinetron Putri Nomor Satu ini, pemilik nama lengkap Prianti Nur Ramadhani ini didapuk sebagai pemeran utama. la memerankan tokoh Nia, gadis kaya yang tertukar sehingga diasuh seorang ibu yang hidup sederhana. Karakternya pun tak jauh berbeda dengan sosok Nia sebenarnya. "Aku sebagai Nia, karakternya agak sedikit seperti aku. Ngomongnya nggak baik-baik banget, nggak rapi banget. Lumayan enak karena cuek dan hampir sama kayak aku," katanya.

Namun, berbeda dengan proses syuting sebelum menikah, kini Nia tetap harus membagi waktunya untuk menjalankan pekerjaan di dunia akting dan mengurus Ardie Bakrie, sang suami dan anak pertamanya, Mikhayla Zalindra Bakrie. "Karena sudah punya keluarga jadi keluarga tetap nomor satu," ucap Nia.

Diakui Nia, kendati sudah mendapat izin dari suaminya untuk kembali menggeluti seni peran, ia tetap berupaya untuk menjalankan tugas sebagai istri sekaligus ibu rumah tangga yang bertanggung jawab. "Aku bisa jalani pekerjaan ini (syuting) tapi cuma bisa hari kerja saja. Waktunya juga dibatasi sampai jam 7 malam. Jadi kalau suami pulang ke rumah nggak keteteran," katanya.

Nia sadar, kehidupan yang dijalani saat ini memang sudah sangat jauh berbeda dari 3 tahun yang lalu. la pun mengakui itu. la merasa nyaman dengan kehidupannya saat ini. "Pokoknya, prinsip aku adalah aku tetap seorang istri. Kalau pun aku mau syuting lagi, aku kasih syarat, syutingnya paling antarajam 10.00 -19.00 WIB. Karena aku'punya keluarga yang tetap harus menjadi nomor satu," imbuhnya bijak.

Demi keluarganya, Nia mengubah total kebiasannya saat menjadi artis dulu. Biasanya, ia paling betah di lokasi syuting. Pulang pun selalu paling akhir. Kali ini, hal itu tidak ia lakoni. "Kalau sekarang masih begitu, bisa-bisa suami saya bangun kerja, saya masih tidur. Kan nggak imbang, masa saya harus mengorbankan dia untuk hobi," katanya.

Karena itu, untuk menyiasati waktu, Nia selalu datang on time ke lokasi syuting. Pasalnya, jika terlambat jam pulangnya pun akan mundur. Meski lelah, Nia tetap berusaha membuat dunianya seimbang antara keluarga dan karier. Lagi pula, sambungnya, ini bukan pertama kalinya ia merasakan lelahnya bekerja. Nia mengaku sudah terbiasa dengan ritme itu. Bahkan jika memungkinkan, ia mengajak serta suami dan anaknya ke lokasi syuting. "Kalau tempatnya enak, ya, dibawa, kalau nggak, ya, anak tidak saya bawa. Tapi baru sekali bawa anak ke lokasi syuting, waktu itu di Pancoran," imbuh aktris yang melejit lewat perannya di sinetron Bawang Merah Bawang Putih ini.


(GENIE, Edisi 51, 16-22 Agustus 2013)