Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Nasya Marcella : Suka Mengejar Aryo Sambil Jajan

Di antara sejumlah pemain sinetron Jakarta Love Story, usia Nasya Marcella masih terbilang muda, 18 tahun. Berperan sebagai Dira, sahabat Shinta (Irish Bella), Nasya dituntut memainkan karakter ceria, heboh, dengan dialog ceplas-ceplos. Di satu sisi, ia tergila-gila dengan Aryo (Rezky Aditya), cowok impian yang membuatnya terpesona. Padahal, di skenario awal, Nasya sempat membaca naskah, bakal memerankan tokoh ceria dan bisa meramal. Dugaan meleset. Kok bisa?

Pesona Aryo (Rezky Aditya) telah membuat Dira (Nasya Marcella) tidak berhenti mengejar pemuda itu. Padahal, Aryo sama sekali tak menaruh hati padanya. Hati Aryo hanya untuk Shinta (Irish Bella), yang kebetulan adalah gadis tunangan Teguh (Rionaldo Stockhorst), sahabatnya sendiri. Sementara, Shinta dan Dira merupakan sahabat.

Bahkan, pada salah satu tayangan awal, Dira sempat berani berbuat nekat dan meminta Aryo mencintainya dan kembali kepadanya. "Haha, aku aslinya enggak begitu-begitu banget (mengejar-ngejar pria)," ucapnya, saat dijumpai di Studio Persari, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Selain tergila-gila dan suka kepada Aryo, Dira juga berpembawaan ceria, heboh, dan ceplas-ceplos. "Walau suka mengejar Aryo, di sini saya enggak jahat. Tapi awalnya sempat bingung. Waktu di skenario awal, saya baca, punya karakter ceria dan bisa meramal. Seru. Ternyata saya jadi cewek yang enggak tahu malu dan enggak ada urat malu, haha," jelasnya.

Break Take

Sejak memerankan tokoh ini, Nasya dituntut untuk memerankan karakter yang tak terlalu muda dan tidak tua. "Tetapi pas coba dijalani, sempat agak sulit. Saya harus lebih energik, dengan pembawaan heboh lewat gerakan bahasa tubuh. Pemain lain justru lebih terlihat santai dan kalem. Cuma aku pemain yang paling muda, lainnya senior semua," ujarnya sambil tergelak.

Tahun ini, Nasya baru berusia 18 tahun, namun la mampu mengimbangi para pemain senior lainnya di sinetron ini.

"Sama pemain lain dekat. Aku banyak belajar dari mereka. Enggak cuma akting, tapi sikap profesional lain, seperti datang ontime ke lokasi syuting. Ada juga, yang iseng tanya 'sudah punya pacar belum'," tambahnya sambil tergelak.

Nasya juga mulai banyak menyesuaikan karakter Dira. Termasuk terbiasa dengan lingkungan di lokasi syuting. Namun, ada satu kebiasaan di sela break take. "Kalau pas dapat setting dekat jajanan atau warung, aku jadi ketagihan jajan. Kadang rujak, jus buah, es kelapa, atau martabak, kalau pas adegan malam. Aku ajak pemain lain, Irish Bella dan Mischa Chandrawinata. Mereka sama-sama doyan jajan, haha," ungkapnya.

Meski sempat kesulitan dengan karakter Dira, tokoh itu, diakuinya adalah pengalaman pertama di dunia sinetron.

Sinetron pertama Nasya di RCTI garapan SinemArt Productions adalah Yang Masih di Bawah Umur, tahun 2012, sebagai tokoh Tiara. Kemudian sempat bermain sinetron Akibat Pernikahan Dini (2013), menjadi tokoh utama, Dini.

Selama ini, ia hanya belajar akting dengan banyak bertanya kepada sutradara. Selebihnya menonton film untuk mempelajari karakter, seperti tokoh Dira.

"Adegan sebagai Dira pernah ada yang sulit, waktu menangis tapi sambil seperti melawak. Kocak deh," tambahnya.

Meski memerankan karakter protagonis di semua sinetronnya, masing-masing karakter, menurut Nasya memiliki tantangan berbeda.

"Aku belum pernah dapat karakter seperti Dira. Selama ini, di sinetron-sinetron sebelumnya, aku pernah jadi kalem, remaja sekolah SNIP atau SMA, dan bahkan wanita dewasa yang mau menikah, feminin, sampai pernah sebagai suster rumah tangga. Padahal aku aslinya simpel dan agak kalem. Bawel kalau sama yang dikenal saja, haha," jelas kelahiran Jakarta, 9 Desember 1996 itu.

Dengan pembawaan mudah menyesuaikan lingkungan, Nasya dinilai sukses membangun chemistry dengan pemain-pemain lain, meski terbentur persoalan usia.

Kompetisi Model

Nasya memang tak asal kecebur menjadi pesinetron. Sejak usia sekolah menengah pertama, Nasya sudah diarahkan oleh orana tuanva menekuni dunia hiburan. "Aku pernah ikut kelas akting di Jakarta Timur, dari anjuran orang tua. Selain bisa mengeksplorasi kemampuan, bisa tambah percaya diri. Soalnya dulu pemalu," ucap pemilik nama asli Victoria Nasya Marcella Tedja ini.

Tak hanya seni peran, Nasya juga disertakan ke kelas modeling. Lagi-lagi sang mama yang memasukkan. Di sana, ia banyak belajar soal berpenampilan, berjalan bak model, hingga mengenakan heels tinggi.

Sejumlah kursus itu, perlahan membuat kemampuan dan rasa percaya diri Nasya meningkat, selain modal bakat. Nasya, yang berpostur 169 sentimeter itu pun mulai kerap mengikuti ajang kompetisi model di mal-mal di Jakarta. Dia menjadi model beberapa produk iklan permen, sampo, pembersih wajah, makanan ringan, hingga operator seluler. Termasuk menjuarai HiLo Teen Models 2010.

Di sela-sela syuting, Nasya rupanya juga memiliki hobi olahraga dance, zumba, dan hiphop di gym. Kebiasannya itu sudah digemari sejak kecil saat menekuni balet dan modern dance. Meski pamornya sudah cukup dikenal, Nasya masih memiliki harapan lain soal dunia akting.

"Aku pengen banget meridapat peran sebagai gadis kampung, dengan dialek kedaerahan. Aku memang aslinya senang berdandan simpel dan jarang pakai aksesori. Makanya, kayaknya cocok tuh peran itu," tutupnya.

 

(Cek & Ricek, Edisi 863, 11-17 Maret 2015)