Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Kisah Inspiratif Dewi Sandra

Dewi Sandra (34) kini jadi trendsetter atau acuan tren bagi hijabers. Perubahan penampilan Dewi rupanya dibarengi cara berpikirnya yang menginspirasi banyak wanita, seperti perjalanan spiritualnya dan pengabdiannya pada suami. Bahkan demi suami, Dewi rela vakum dari sinetron. Vakum karena ingin fokus istirahat dan mengikuti program kehamilan? Sejatinya, pertanyaan semacam ini sudah sering kali Dewi terima. Kali pertama mendengar pertanyaan itu, Dewi menanggapinya dengan santai. Namun setelah berulang kali, Dewi gelisah dan sedih. Maklum, pertanyaan itu sama beratnya dengan pertanyaan kapan menikah bagi seseorang yang usianya sudah melewati batas usia ideal menikah. Daripada debat kusir, Dewi memilih menyerahkan semuanya kepada Allah. Dewi sudah ikhlas jika pernikahannya dengan Agus Rahman tidak dikaruniai anak. Ternyata soal anak, sudah ada komitmen sebelum mereka menikah. "Saya belum bisa memberi anak kepada suami. Hal ini sempat membuat saya berkecil hati. Saya pernah merasa belum menjadi wanita sempurna karena belum bisa memberi anak kepada suami. Namun kini saya sudah ikhlas," tutur pemain film 99 Cahaya di Langit Eropa dan Haji Backpacker.

Berupaya selalu berpikir positif, Dewi tidak mau larut dalam kesedihan dan kekecewaan karena belum memiliki momongan. Dewi mengalihkan energinya untuk mengurus suaminya dengan sebaik-baiknya. Lagi-lagi, kesungguhan penembang lagu "Kuakui" dalam mengurus suaminya sempat dipertanyakan. Maklum, jadwal syuting Dewi superpadat. Benarkah Dewi masih bisa melayani suami? Pertanyaan itu ada pada urutan kedua yang kerap dilayangkan orang, setelah pertanyaan kapan punya anak. Sebaiknya jangan heran dan kaget, Dewi bisa! Di tengah padatnya pekerjaan, Dewi setiap hari membuat teh atau kopi untuk sang suami. Setiap pagi, sebelum berangkat ke lokasi syuting, Dewi menyempatkan mengolah aneka masakan untuk sarapan dan makan siang suami. Bahkan, setelah seharian berlakon di lokasi syuting dan baru pulang tengah malam, ia masih memiliki energi dan kemauan untuk meracik masakan pesanan Agus Rahman. "Secapek apa pun, jika suami saya minta dibuatkan makanan, saya kerjakan. Ini bentuk pengabdian saya kepada suami. Ini juga komitmen saya sebagai istri yang kebetulan berkarier di dunia entertainment," beber wanita yang merayakan ulang tahun setiap 3 April.

Sibuk syuting dan mengurus suami, tidak membuat Dewi melupakan penampilan. Busana muslim pemain film Coboy Junior The Movie ini tidak selalu mahal, bahkan tidak sedikit yang dibelinya di Pasar Tanah Abang. "Yang penting menutup aurat dan nyaman dipakai," Dewi memberi kiatnya. Pola pikir dan sikap Dewi saat ini sangat dipengaruhi tokoh Hana yang diperankannya di sinetron Catatan Harian Seorang Istri (CHSI). Dewi bahkan mengakui, seandainya ia memerankan tokoh Hana beberapa tahun lalu, pasti jalan hidupnya tidak penuh lika-liku. la juga menyesal baru belajar agama belakangan ini. Yuk. belajar dari pengalaman hidup Dewi Sandra yang sangat inspiratif.

Belajar dari Tokoh Hana

Setiap hari Dewi Sandra terlibat sedikitnya dalam 20 adegan sinetron CHSI, bahkan kadang lebih. Hal ini mengharuskan Dewi kerja superkeras. la juga harus pandai-pandai mengatur waktu dengan lalu lintas syuting yang superpadat. Makanya, sulit meminta waktu wawancara di lokasi syuting. Namun, Bintang beruntung, Dewi berkenan meluangkan waktunya untuk wawancara Selasa (2/12) sore, di daerah Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Selesai melakoni adegan di rumah sakit, Dewi dengan ceria dan hangat menyapa Bintang. Wajah inilah yang terekam oleh kami setiap kali bertemu dengan Dewi yang memulai kariernya di dunia modeling pada 1996. Padahal, Dewi setiap hari syuting dari pagi hingga larut malam. Namun, lelah tidak tampak di wajah putri pasangan John Killick (Inggris) dan Prihatini Killick (Betawi) ini. "Harus tetap semangat, dong, biar semua pekerjaan cepat selesai," ucap Dewi.

Itu salah satu aura positif yang ditularkan Dewi kepada pemain dan kru sinetron CHSI. Tanpa tedeng aling-aling Dewi mengakui banyak belajar dari tokoh Hana yang diperankannya. Dari tokoh Hana juga, Dewi belajar menjadi Muslimah sejati. "Hana sudah disakiti suaminya (Bram yang diperankan Ashraf Sinclair) tapi ia tidak pernah membalas perbuatan suaminya dengan kata-kata kasar atau tindakan kasar. Hana memang sosok Muslimah dan istri saleh. Saya banyak belajar dari tokoh Hana," ulas Dewi.

Dewi begitu mengagumi karakter Hana. Malah Dewi berandai-andai jika saja ia sudah memerankan tokoh Hana beberapa tahun lalu, kemungkinan ia tidak akan dua kali gagal berumah tangga. "Mungkin, saya bisa menyelamatkan rumah tangga saya yang lalu jika Saya sudah memerankan tokoh Hana saat itu. Sekali lagi itu mungkin, ya. Saya belajar banyak dari Hana, misalnya bagaimana seharusnya seorang istri melayani suami dan apa tugas istri. Sesibuk apa pun dan setinggi apa. pun jabatan seorang istri, jangan pemah melupakan tugas-tugas seorang istri," ungkap Dewi.

Dewi tidak menyesali setiap keputusan yang sudah diambilnya. Yang Dewi sesali adalah kenapa ia baru belajar ilmu agama saat ini. "Setelah main sinetron ini, saya makin sadar jika ilmu agama saya masih sedikit. Salat lima waktu ditingkatkan dan salat sunah diperbanyak," aku Dewi yang berprinsip tidak ada kata terlambat untuk belajar agama. "Saat ini saya ingln belajar membaca Alquran lagi biar membacanya dengan benar, panjang pendeknya," imbuh Dewi yang juga ingin belajar bahasa Arab.

 

(Bintang Indonesia, Edisi 1225, II Desember 2014)