Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Ochi Rosdiana : Naik Pohon

Kodratnya sebagai wanita, tidak menjadi penghalang buat Ochi Rosdiana tampak tangkas menjalani adegan cukup berbahaya di sinetron laga 7 Manusia Harimau. Di beberapa adegan, Ochi bukan saja melakukan adegan perkelahian, tetapi ia juga naik ke pohon yang tinggi. Katanya, adegan perkelahian itu ada hubungannya dengan gaya ngedance dia tatkala masih menjadi anggota JKT48. Kok bisa?

Ochi Rosdiana pemeran Pitaloka dalam sinetron 7 Manusia Harimau, memang merupakan generasi yang lahir di era tahun 1990-an. Apalagi Ochi lahir, di Jakarta. Tidak heran, ketika mendapat tawaran ikut main dalam sinetron 7 Manusia Harimau, Ochi tidak tahu, bahwa cerita sinetron itu berasal dari legenda masyarakat Jambi dan Bengkulu. Awalnya dia menyangka, sinetron 7 Manusia Harimau hanya sekadar sinetron biasa, seperti halnya sinetron lain yang pernah dibintanginya, alias dari cerita flktif.

Tetapi setelah seminggu menjalani syuting sinetron 7 Manusia Harimau, Ochi akhirnya tahu bila kehidupan manusia harimau memang benar-benar pernah ada di Indonesia. Paling tidak di daerah tertentu di Sumatera.

Dalam sinetron 7 Manusia Harimau, Ochi berperan sebagai Pitaloka, anak seorang injit (manusia harimau), Pak abu (Sigit Hardadi), yang tidak tertarik mempelajari ilmu kesaktian, seperti ayah dan nenek moyangnya.

Tetapi ketika ia jatuh cinta pada Marah (Samuel  Zylgwyn) dan ia hams bersaing dengan Karina dan Ratna yang mempunyai ilmu kesaktian, Pitaloka pun jadi belajar ilmu kesaktian juga.

"Ada penggemar aku yang menonton sinetron 7 Manusia Harimau. Dia bilang, dia sedih melihat sinetron itu. Dia jadi teringat dengan kehidupan di kampung halamannya di Jambi. Jadi ternyata, kisah manusia harimau itu memang benar-benar ada di masyarakat Bengkulu dan Jambi," ungkap Ochi

Rosdiana saat dijumpai di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu (19/11).

Saat awal menerima peran sebagai Pitaloka, Ochi sempat mencari data tentang manusia harimau di situs Google dan YouTube. Tetapi ternyata, tidak cukup banyak artikel yang mengupas tentang manusia harimau. Sehingga ia pun hanya mengandalkan aktingnya dari cerita yang ada dalam skenario.

"Tetapi penulis naskah Pak Imam Tantowi, seorang penulis senior. Skenarionya saja sudah sangat bagus. Saya sudah bisa membayangkan karakter Pitaloka," ujarnya.

Diungkapkan Ochi, main sinetron bukan merupakan hal baru baginya. Ia pernah membintangi sinetron Magic, Putin Abu-Abu, Ayah Mengapa Aku Berbeda ?, dan lain-lain. Sehingga ia tidak mengalami kesulitan selama mengikuti jadwal syuting sinetron stripping itu.

"Saya sudah terlibat di banyak sinetron ya. Jadi sudah enggak kaget membintangi sinetron stripping. Begitu juga untuk adegan berkelahi, saya tidak menemui kendala. Saya kan dulu merupakan anggota JKT48. Nah gerakan dance-nya ada juga yang mirip dengan gerakan ilmu bela diri. Gerakan koprol misalnya," ujar Ochi.

Di salah satu adegan, Ochi bukan saja melakukan perkelahian di tanah, tetapi juga di atas pohon yang cukup tinggi. Untuk beberapa adegan yang berbahaya, aktingnya memang digantikan oleh stuntman. Misalnya untuk adegan melompat dari atas pohon.

"Tetapi saya enggak takut kok melakukan syuting di atas pohon yang tinggi. Kecuali kalau ada adegan melompat. Nah, itu ada tekniknya. Biasanya stuntman yang tahu agar bisa aman melompat dari pohon tinggi," katanya.

 

(Cek & Ricek, Edisi 848, 26 November - 2 Desember 2014)