Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Rezky Aditya : Tak Mau Istirahat Terlalu Lama

Banyak yang menduga Rezky Aditya memaksakan diri langsung syuting sinetron Separuh Aku tak lama setelah kecelakaan. Padahal yang sesungguhhya terjadi tidak demikian. Lantas?

Rezky Aditya tak sengaja mencium kening Asmirandah. Keduanya pun kaget dan saling pandang. Rezky langsung memalingkan wajahnya, sambil tersenyum malu. Wow, ada apa sebenamya di antara mereka. Apakah mereka terlibat hubungan cinta? Apalagi ketika Rezky terbaring di RS Pondok Indah karena kecelakaan, awal September lalu, dia sangat sumringah ketika Andah, sapaan Asmirandah menjenguknya. Jangan langsung berpra-sangka. Itu hanya satu cuplikan adegan sinetron Separuh Aku yang memang dibintangi Rezky dan Andah. Rezky mengaku butuh menya-tukan chemistry agar selama syu-ting keduanya menyatu. "Kita memang harus dekat, membangun chemistry sejak melakukan pendalaman karakter sebelum syuting," kata Rezky saat ditemui Nyata di lokasi syuting di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Sinetron Separuh Aku sengaja memasang Rezky dan Andah, peraih gelar Aktor dan Aktris Terfavorit Panasonic Gobel Award 2012, sebagai pemeran utama. Dalam sinetron itu, Rezky berperan sebagai Rama, pria yang awalnya hidupnya datar. "Tapi setelah dititipin tiga keponakan yang masih kecil oleh kakaknya, dia jadi punya tanggung jawab. Padahal sebelumnya, yang dilakukan hanya main bola," cerita Rezky tentang karakter Rama yang dimainkannya.

Untuk memerankan karakter itu, tidak ada kesulitan berarti bagi aktor berusia 27 tahun itu. "Ya, mirip dengan karakter saya di sinetron-sinetron lainnya, easy going dan supel. Bedanya di sini saya main bola sama anak kecil," ungkapnya. Meski terbiasa dengan peran yang nyaris sama, tapi Rezky berusaha tidak meremehkannya. Dia selalu mengevaluasi akting yang dimainkan lewat adegan yang sudah tayang di televisi.

Tidak heran setiap sinetron itu sedang ditayangkan, Rezky selalu meluangkan waktu untuk menontonnya. Hal itu dilakukan bersama sutradara, Agusti Tanjung dan be­berapa kru lain. Rezky nampak sangat serius melihat Separuh Aku, bahkan saat Nyata ingin mewawancarainya, Rezky tidak langsung mengiyakan. "Oh, oke mbak, tapi nanti ya saat iklan. Nggak apa kan?" kata Rezky ramah. Nyata pun langsung mengiyakan keinginannya.

Menurut aktor kelahiran 26 Februari 1985 itu, dengan melihat sinet­ron yang dibintangi, dia jadi tahu kekurangannya da lam berakting. Apalagi dengan menonton langs­ung bersama sang sutradara, mereka bisa saling memberi saran dan kritik. "Aku terus berusaha belajar. Karena dengan melihat sendiri jadi tahu bagus jeleknya," ucapnya.

Ngebut Syuting

Rezky memang selalu berusaha berakting dengan baik. Bahkan, meski dia baru sembuh dari kece­lakaan motor yang menyebabkan beberapa luka di tubuhnya.

Awal September lalu, Rezky terjatuh dari motor gedenya saat bermaksud mengambil uang di ATM, tak jauh dari rumahnya di Pejaten. Tak lama setelah berita kecelakaan itu, tiba-tiba Rezky muncul dalam sinetron. Banyak yang menduga Rezky memaksakan diri berakting, meski lukanya belum sembuh. Tapi yang sesungguhnya, Rezky terja­tuh dari motor justru setelah pulang syuting Separuh Aku.

Karena, sinetron itu sudah mulai syuting sejak April lalu. Ke­celakaan motor itu pun terjadi di sela-sela syuting yang sudah berjalan lima bulan itu. Setelah kecelakaan, syuting yang melibatkan Rezky memang dihentikan. Tapi tujuh minggu sesudahnya, cowok yang pernah membintangi iklan sampo itu kembali syuting.

Tidak tanggung-tanggung, syu­ting seharian pun dilakukan. "Ka­rena sudah tidak terasa sakit. Apalagi dokter juga sudah mengizinkan syuting dan kerja, ya sudah akhimya kerja saja," ujamya. Rezky perlu bekerja ekstra keras demi membayar utang tidak bisa syuting selama hampir dua bulan. Meski sesekali dia juga menahan sakit dari bagian tubuh­nya yang terluka. Pada saat bersamaan, Rezky pun menun-jukkan beberapa bekas luka- nya yang terletak di bahu sebelah kiri dan telunjuk tangan kiri. Bahu kirinya ma­sih terlihat merah seperti bekas sayatan, sementara jarinya terlihat agak bengkak. Kadangkala, cedera itu masih sakit, tapi dia berusaha menghilangkan rasa itu agar tidak mengganggu pekerjaannya.  "Sudah pulih sih, cuma bentuknya aja yang belum begitu bagus," ujarnya meringis. Baginya, istirahat selama tiga minggu sudah cukup untuk memulihkan kondisi tu­buhnya. Apalagi dirinya juga selalu berkonsul tasi dengan dokter mengenai kondisinya. Tidak ada pantangan dari dok­ter, tetapi Rezky tetap harus lebih berhati-hati lagi dalam bekerja. "Enggak ada pantangan, tapi paling nggak boleh angkat-angkat yang terlalu berat. Jadi, gendong-gendong Asmirandah yang agak dikurangin, hehe," ujarnya.

Agar kondisinya tetap terjaga, Rezky selalu dipantau oleh ibu-nya, Dewi Trijogo. Seperti saat wawancara berlangsung, Dewi terlihat menjenguk Rezky. Melihat ibunya datang, Rezky langsung menghampiri usai menyelesaikan satu adegan. Dia mencium tangan dan pipi ibunya. Tak lama setelah itu keduanya pun ngobrol. "Mama cuma khawatir, nama-nya juga aku masih pemulihan kan, jadi sedikit diperhatikan lebih," kata Rezky mengungkapkan alasan ibunya datang.

Bagi Waktu

Selain syuting sinetron, ternya-ta Rezky juga memiliki kesibukan lain. Dia bekerja di bagian adver­tising. "Jadi, kalau tidak ada syuting, ya aku kerja di advertising. Dua-duanya aku nikmati, karena aku memang menyukainya. Tapi, aku juga harus pandai-pandai bagi wak tu agar semua pekerjaan beres, tapi kesehatanku terjaga," katanya.

Ritme kerja yang padat de­ngan waktu istirahat kurang tidak begitu mempengaruhinya. Itu pola hidup baginya. Mungkin awalnya kesulitan, te­tapi setelah itu akan kembali ter­biasa dengan ritme kehidupan seperti itu. "Mungkin karena sudah kebia-saan kali ya, jadi ya santai saja. Hanya ketika awal-awal memang berat, tapi setelah dijalani satu atau dua minggu, semuanya sudah jadi bagian hidup yang haus dija­lani," ungkapnya. Begitulah Rez­ky, dirinya tak ingin larut dalam istirahat sekalipun cedera masih menghampirinya. Bahkan dia bercerita, pulang dari rumah sakit, dia langsung jalan-jalan ke mal. Sakit baginya bukan halangan untuk beraktivitas. "Aku kan memang nggak suka diam, keluar dari rumah sakit besoknya udah pergi jalan-jalan ke mal, hehe. Yah, yang penting, aku baik-baik saja sekarang," katanya tersenyum.

(NYATA, Edisi 2157, II November 2012)