Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Citra Kirana : Syuting Sebagai Obat Patah Hati

Tiga tahun syuting sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH) rupanya membuat Citra Kirana (21) memetik banyak pelajaran htdup. Sempat merasa jenuh, "Tapi, berperan sebagai Rumana membuatku belajar untuk tak pernah berhenti bersyukur," tuturnya.

Menjalani syuting bertahun-tahun di satu judul sine­tron diakui Citra sempat membuatnya dilanda kejenuhan. Bayangkan saja, setiap hari ia datang ke lokasi yang sama, bertemu orang yang sama, juga melakoni peran yang sama hingga sinetron TBNH kini berjalan lebih dari 1.500 epi­sode. Namun, Citra tak mau berlarut-larut dihinggapi rasa bosan, "Semua memang balik ke diriku sendiri. Ini pekerjaan yang harus aku syukuri. Dibalik rasa jenuh ternyata ada banyak hikmah. Di luar sana banyak orang yang ingin syuting seperti aku. Itu yang membuatku bisa bertahan," papar Citra saat dijumpai di lokasi syuting TBNH di kawasan Cibubur.

Sebagai risikonya, tentu jadwal syuting yang padat membuat waktu Citra selalu dihabiskan di lokasi syu­ting. Untuk mengusir kebosanan, ia pun menyibukkan diri bermain ga­mes atau mengobrol santai dengan para kru dan pemain. "Kadang aku juga suka pergi bareng pemain lain-nya buat cari makan. Habis itu balik lagi ke lokasi. Ternyata lumayan bisa mengurangi bosan," tutur dara yang dikontrak eksklusif oleh rumah produksi SinemArt ini.

Nyaman Berhijab

Menjadi Rumana di sinetron TBNH tak pelak membuat sosok Ci­tra lekat sebagai gadis berhijab. Tapi menurutnya, "Rumana itu, kan, so­sok yang baik hati, pintar ngaji, dan seorang ustazah. Sedangkan aku pribadi masih perlu belajar lebih banyak lagi."

Di sisi lain karena terbiasa berhi­jab sepanjang syuting, Citra mengaku akhirnya merasa nyaman. "Jujur, aku sama sekali tidak terganggu atau kepanasan. Sudah tiga tahun terakhir syuting dengan berhijab, jadi terbiasa dan nyaman."

Namun, saat ditanya apakah ia juga akan berhijab dalam kesehariaannya kelak, ia punya pendapat sen-diri. "Setiap perempuan pasti ingin dirinya jadi lebih baik dan bisa ber­hijab. Aku enggak pernah menolak, tapi untuk sekarang memang aku belum berhijab," ujarnya seraya meminta doa untuk itu.

Pasalnya, Citra kerap dicecar pertanyaan mengapa penampilannya di luar peran tak serupa dengan Rumana. Belum lagi sorotan itu datang dari haters yang menghujatnya di media sosial. "Peran Rumana itu menantang. Apalagi sehari-hari aku masih banyak belajar agama, belum berhijab. Cuma karena sosok Ruma­na terlalu melekat bagi penonton, jadi mungkin mereka enggak bisa membedakan. Makanya kalau aku pajang foto enggak berhi­jab, suka dikomentarin pedas," ungkap Citra yang sempat tertekan karena sakit hati.

la mengaku harus berkonsultasi dengan keluarganya akibat komentar-komentar miring tersebut, "Aku memang sedih banget bacanya. Untung keluargaku sela­lu kasih semangat. Mereka selalu bilang, yang penting aku enggak melakukan hal aneh-aneh. Jangan pernah takut meskipun be­lum berhijab seperti di sinetron."

Dukungan itu pun membuat Ci­tra kembali bersemangat, "Sekarang akhirnya aku mulai terbiasa dan suka merespons komentar itu dengan senyuman saja."

Obat Patah Hati

Karier Citra memang kian cemerlang. Bahkan sejak keterlibatannya di sinetron TBNH, pada 2013 Citra mendapat penghargaan sebagai aktris terfavorit dari Pa­nasonic Gobel Awards dan In­donesia Kids Choice Awards. "Aku enggak minta apa-apa. Hanya mau karierku tetap stabil," katanya.

Bergelut di tengah persaingan industri hiburan saat ini memang tak mudah. Namun Citra percaya, reze-ki sudah digariskan olehNya dan tak akan tertukar. "Lebih gampang mendapatkan ketimbang mempertahan-kan. Itulah yang membuatku selalu ingat gimana usaha aku dulu untuk mendapatkan semua ini," tuturnya. Citra memang boleh ber-bangga hati karena jerih payahnya berbuah manis. Dari nominal honor yang ia dapat, Citra berinvestasi dengan membu­at kontrakan 16 pintu di Ban­dung. "Setiap orang butuh tempat tinggal. Di mana pun tempatnya pasti akan dicari sama orang. Dan yang namanya bisnis properti tiap tahun enggak pernah turun harga, malah tambah naik," kata Citra.

Hanya saja perjalanan karier dan kemapanan yang ia dapat, belum dilengkapi dengan kisah asmaranya. Awal tahun 2015, Citra putus hubungan dengan Ali Syakieb, pesinetron yang selama ini dikenal seba­gai kekasihnya. Untuk mengobati patah hatinya, Citra mengaku sibuk bekerja menjadi salah satu cara yang cukup ampuh, "Putus cinta itu biasa, tapi memang ada untung-nya aku syuting. Kalau eng­gak disibukkan begini, enggak tahu, deh. Ha...ha.. Tapi, sekarang aku senang bisa menikmati waktu lebih banyak sama keluarga juga teman-teman," tutur Citra yang tetap menjalin komunikasi baik dengan Ali.

Namun, meski sudah move on bukan berarti Citra juga siap kembali membuka hati, "Kalau sekarang lagi eng­gak pacaran dulu. Bukan berarti aku menutup hati. Hanya lagi fokus ke pekerjaan. Cuma kalau nanti di perjalanan-nya ketemu yang cocok, kenapa enggak?" ujarnya santai.

Meski demikian, Citra berseloroh Sang Bunda telah memberi target pada anak-anaknya untuk menikah di usia 25 tahun. "Ka­rena aku sekarang masih 21 tahun, ya jadi masih dibebasin aja. Yang penting aku bisa mendapatkan pria yang baik, terus kenal sama mama dan dekat dengan keluarga," cetus-nya lagi.

 

(Nova, Edisi 1427, 29 Juli - 5 Juli 2015)