Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Hajah Rumi Mencerminkan Sosok Muslimah Modern

Sering kali Hajah Rumi (Annisa Trihapsari) bertentangan pendapat dengan suaminya, Haji Muhidin (Latief Sitepu). Namun, dengan gaya lemah lembut, sang suami sering kali bisa dilunakkan hatinya. Sebenarnya, apa yang dilakukan Hajah Rumi merupakan contoh bagi pemirsa di rumah, terutama kaum ibu tentang bagaimana menyikapi perbedaan karakter dengan suami.

Gara-gara Haji Muhidin menjelek-jelekkan Ulah (Amelia Ikawati) dengan mencapnya sebagai baby sitter, saat menggendong bayi tetangganya. Hajah Rumi jadi mempercepat langkahnya dan meninggalkan Haji Muhidin di jalanan sendirian.

Begitulah pencerminan akhlak Hajah Rumi yang mempunyai tingkat pemikiran dan sopan santun yang tinggi, sehingga sering bertentangan dengan pola pikir Haji Muhidin yang kolot dan mau menang sendiri. Itulah salah satu adegan dalam episode Tukans Bubur Naik Haji The Series, beberapa waktu lalu. Tukang Bubur Naik Haji The Series merupakan sinetron yang mengisahkan kehidupan kaum marginal di Kampung Dukuh, pinggiran Jakarta. Namun demikian, ada karakter Hajah Rumi (Annisa Trihapsari), istrinya Haji Muhidin (Latief Sitepu) yang justru mencerminkan sebagai karakter wanita kelas atas.

Dalam Tukang Bubur Naik Haji The Series, Hajah Rumi digambarkan sebagai pengusaha cantik, muda dengan tutur katanya halus, sopan kepada tetangga, serta bisa menghargai orang lain. Hajah Rumi seorang wanita yang berpendidikan tinggi. la juga seorang wanita pengusaha yang mempunyai cabang bisnis hingga Malaysia. Namun ia tetap merupakan seorang wanita yang patuh pada agamanya.

Sehari-hari Hajah Rumi sering sekali harus bentrok dengan suaminya, Haji Muhidin. Haji Muhidin yang pernah pergi dua kali ke Mekkah, tetapi tetap saja memiliki perilaku tidak mencerminkan sebagai seorang haji yang taat pada agama. Haji Muhidin sering mau menang sendiri, sering menjelek-jelekkan orang lain, sering meremehkan orang lain, dan selalu berprasangka buruk pada orang lain.

"Dalam sinetron ini saya memang digambarkan sebagai seorang istri yang sering memberikan nasihat kepada suaminya," kata Annisa Trihapsari, pemeran Hajah Rumi, saat ditemui di lokasi syuting, di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu dua pekan lalu.

Dalam setiap penampilannya, Hajah Rumi juga selalu mencerminkan sebagai wanita kelas atas. la selalu pergi ke mana-mana seorang diri dengan mengendarai sedan Toyota Altis warna hitam. la juga selalu mengenakan jilbab dan busana muslim bermerek yang warnanya senada, berbeda dengan busana yang dikenakan bintang wanita lainnya dalam sinetron ini. "Saya biasanya mengenakan kerudung dan busana muslim dengan warna senada dan dari merek yang sama," ujar Annisa'.

Hajah Rumi juga mempunyai rasa sopan santun yang tinggi, tutur kata yang lembut. Semarah-marahnya Hajah Rumi pada Haji Muhidin, ia tidak pernah bersikap kasar apalagi sampai mengamuk pada Haji Muhidin yang tua dan kolot.

Sementara itu, sutradara Devi Herlambang mengungkapkan, Hajah Rumi memang merupakan perwakilan wanita kelas atas dan seorang muslimah yang baik. "Di sini digambarkan Hajah Rumi selalu dengan sabar berusaha meluruskan sikap suaminya, Haji Muhidin. Sebenarnya Rumi berharap mendapatkan suami yang bisa menjadi imam untuknya, tetapi ternyata Haji Muhidin tidak bisa menjadi imam," kata Devi Herlambang.

Namun demikian, lanjut Devi, Hajah Rumi selalu dengan sabar berusaha meluruskan Haji Muhidin. "Dari hubungan Hajah Rumi dengan Haji Muhidin, seharusnya ibu-ibu pemirsa di rumah bisa mencontoh perilaku Hajah Rumi, yang muda, cantik, kaya, dan berpendidikan tinggi, tetapi tetap bisa sabar menghadapi kelakuan Haji Muhidin yang berbeda tiga ratus enam puluh derajat dengan karakter Hajah Rumi," tandas Devi Herlambang.

 

(Cek & Ricek, Edisi 832, 6-12 Agustus 2014)