Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Dewi Sandra & Ashraf Sinclair : Kembali Dipersatukan

Selama Ramadan ini, Dewi kembali menghiasi layar kaca. la membintangi sinetron Catatan Hati Seorang Istri 2 (CHSI 2) yang ditayangkan RCTI. Sama seperti sebelumnya, kali ini pun ia bermain bersama Ashraf.

Dewi sudah sangat menyatu dengan sosok Hana dalam sinetron CHSI. Kehadirannya dalam sinetron itu memikat hati para pemirsa. "Ini kedua kalinya (aku) main dalam sinetron Catatan Hati Seorang Istri. Alhamdulillah, tayang pada bulan Ramadan," katanya di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, jumat (3/6) lalu.

Perempuan kelahiran Rio de Janeiro, Brazil, 3 April 1980, ini sudah menyiapkan diri sebelum syuting sinetron CHSI 2 berjalan. "Insya Allah, kita semua lebih siap dengan kondisi ini. Memang tantangan lebih besar. Ujiannya pasti lebih besar. Insya Allah, kita sebagai tokoh utama akan siap," ungkapnya.

Membintangi sinteron CHSI merupakan hal yang menyenangkan untuknya karena sinetron ini membawa pesan positif kepada masyarakat."lni kisah yang kadang-kadang absurd, tapi kadang enggak juga. Kembali lagi, ini adalah kisah nyata dari penulis, Mbak Asma Nadia. Dan visualnya dibuat dengan baik oleh sutradara," jelasnya.

Para pemain harus mendalami isi cerita, sehingga apa yang ditampilkan benar-benar sepetti yang diinginkan penulis cerita dan sutradara. "Semua pemain duduk dan reading bareng. Itu gunanya untuk memperdalam karakter. Biasanya beberapa pemain datang, baca skrip, syuting, terus langsung pulang.Tapi di sini gak gitu" ceritanya.

IZIN SUAMI

Bermain dalam sinetron CHSI 2 yang tayang selama bulan Ramadan ini berarti Dewi harus rela menghabiskan sebagian besar waktunya di lokasi syuting ketimbang di rumah. Hal ini adalah salah satu kekhawatirannya. Namun, ia sedikit lega karena suaminya, Agus, sudah memberikannya izin untuk bekerja pada bulan Ramadan ini."Kemarin dia datang. Benar-benar membuat hati saya berbinar-binar.Tanpa dukungan Suami saya, there's no way" katanya.

la memang sangat membutuhkan dukungan suaminya.Jika tidak ada restu dari suaminya, ia tidak merasa tenang dalam menjalankan pekerjaannya itu, Meminta izin pada suami adalah wujud ketaatannya sebagai seorang istri. Baginya, itu adalah salah satu jalan menuju surga.

Dukungan seperti itu sudah ia rasakan sejak tahun lalu. Sama seperti pada tahun ini, tahun lalu pun ia lebih banyak berada di lokasi syuting. Ketika waktu berbuka dan sahur tiba, suaminya datang ke lokasi syuting untuk menyiapkan makanan. Makanan itu dimasak oleh mertuanya."lni salah satu pengorbanan dari Suami saya. Istrinya diizinkan untuk syuting pada momen-momen yang seharusnya Istrinya berada di rumah. Akhirnya dia harus datang ke lokasi untuk menyiapkan buka puasa," ceritanya.

Sikap seperti itulah yang membuat rasa cintanya kepada suaminya semakin bertambah besar. "Untuk teman-teman yang belum kenal sosok suami saya, saya bisa bilang dia adalah laki-laki yang sabar dan pengertian kepada istrinya," ungkapnya sambil tersenyum malu.

la merasa bahwa Agus adalah yang terbaik untuknya. Dia adalah lelaki yang diinginkannya. Lelaki yang sabar dan penyanyang. Dengannya, ia yakin bahwa ia bisa membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawadah.dan warohmah."Saya pernah bilang saya akan meninggalkan semua ini dan berkumpul dengan keluarga saya. Tapi karena dia tahu saya seperti apa, jadi dia mengizinkan saya," katanya.

Agus rupanya tahu bahwa jika ia hanya diam di rumah, ia pasti tidak akan betah. Itulah mengapa dia mengizinkan istrinya untuk bekerja. "Aku juga, kalau di rumah. selalu merengek-rengek. Nelepon dia dan nanyain, 'Kamu ada di mana?'. Karena 1,5 tahun saya sudah fokus ke dia, sekarang gantian," ceritanya.

Selama menjalani syuting pada bulan Ramadan, ia tidak merasa kelelahan. la justru bersemangat. "Ini adalah rahasia di balik bulan Ramadan. Selama nawaitu (niat) untuk ibadah niatnya lilahitaala, itu sudah kayak vitamin. Dan kita juga bingung kekuatan (itu datang) dari mana," katanya.

Sahur di Pinggir Jalan

Selama bulan Ramadan, Dewi memang lebih banyak berada di lokasi syuting. Namun, itu tidak berarti bahwa ia tidak menyiapkan menu Sahur untuk suaminya. la tetap melakukannya. Yang tidak ia lakukan adalah menyiapkan menu untuk berbuka puasa karena masih berada di lokasi syuting.

Salah satu kebahagiaan besarnya saat ini adalah memasak. la sudah bisa memasak. la diberikan resep, oleh mertuanya. "Sekarang sayur asem. Udah jago. Udah bisa (saya masak). Seneng banget. Apalagi untuk Suami. Apalagi kalau suami makan dan nambah" ungkapnya.

Tahun lalu, ia dan suaminya lebih sering sahur di luar rumah. "Selama satu setengah tahun, Mas Agus, kan, lagi suka sama hobinya naik motor. Jadi, kita sering ke mana-mana naik motor. Dan ada salah satu motor yang enggak ada boncengannya. Jadi, saya suka komplain.'Kok, enggak ada boncengannya?? ceritanya. .   Sahur berdua di atas motor adalah salah satu momen paling indah yang pernah dialaminya."ltu menjadi hal yang romantis buat saya. Dan itu jadi win-win solution. Dia punya quality time dengan motornya dan saya juga punya quality time dengan Suami saya," katanya.

Waktu sahur tidak begitu ribet seperti saat berbuka puasa, sehingga mereka lebih senang melakukannya di luar rumah. "Saya dan Agus bukan orang yang ribet soal makanan. Mau makanan apa pun, walau itu di pinggir jalan, pasti jadi. Yang penting, berdua. Kalau perlu, kita suap-suapan. Makan sepiring berdua.Terus kita salat dan pulang. Istirahat sebentar, lalu kita, melanjutkan kegiatan masing-masing," ceritanya.

Chemistry Semakin Kuat

Sama seperti Dewi. Ashraf pun antusias menyambut CHSI 2. Dari sinetron ini, ia belajar banyak hal tentang hidup dan tentang bagaimana membangun rumah tangga yang sakinah.'Aku ingin adanya perkembangan dari Catatan Hati Seorang Istri yang pertama. Dalam session ini, kita mau mengeksplorasi tema-tema yang sama seperti rumah tangga, masalah dengan orang lain, dan masalah anak. Itu kita gali lagi," ungkapnya di Kebon Jeruk jakarta Barat jumat (3/6) lalu.

Pengalamannya beradu peran dalam Catatan Hati Seorang Istri bersama Dewi membuatnya tidak mengalami kesulitan untuk membangun chemistry dalam CHSI 2 ini."Kita di sini beruntung, ya, karena ada session pertama dulu. Jadi, chemistry dari session pertama itu gampang kita tarik lagi pada session kedua ini.Tapi kita mau eksplorasi bagaimana kita menceritakan hal yang baru," kata suami dari Bunga Citra Lestari ini.

la berharap agar masyarakat menarik banyak pelajaran dari CHSI 2 ini. Sinetron ini penuh dengan pesan positif."Harapanku adalah tetap bisa mendapatkan sesuatu yang baru. Kita gali lagi karakter dan cerita sampai orang yang nonton bisa melihat sesuatu yang berbeda. Mungkin perspektif yang baru" sambungnya.

la yakin bahwa pemirsa akan mendapatkan banyak hal positif dari sinetron yang ia dan Dewi bintangi ini karena cerita yang disajikan tidak jauh berbeda dengan apa yang sebetulnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari."Catatan Hati Seorang Istri 1 & 2 pasti terlihat ada sesuatu yang sama. Cerita yang diulangi. Kita lihat saja dalam kehidupan sendiri-hari. Ada beberapa konsep yang sering terulang. Kita akan mendapat pelajaran yang sama. Sampai kita belajar dari masalah itu, baru kita bisa melewati. Konsep itu yang akan dibangun dalam session dua ini,"jelasnya.

la sendiri, sambil bermain di dalamnya, juga belajar banyak hal menarik. Sejak membintangi sinetron ini, ia lebih banyak berefleksi tentang hidupnya dan hidup keluarganya.'Apa yang terjadi di lokasi syuting itu ibaratnya ada refleski dalam kehidupan sendiri, di lokasi ataupun di mana saja.Aku pikir, semuanya terhubung ya. Jadi, masalah apa pun yang dikasih ke kita, kita akan mendapat pencerahan itu," katanya.

Tidak Lupakan Tanggung Jawab

Setelah Catatan Hati Seorang Istri, Ashraf sempat vakum dari dunia sinetron selama kurang lebih 2 tahun. Selama itu, ia menikmati waktunya bersama anak dan istrinya. la hanya membintangi sejumlah iklan.

Kali ini, ia kembali ke dunia sinetron. Kembali sibuk dengan proses syuting dari siang hingga malam, bahkan larut malam. Itu berarti bahwa waktunya untuk Noah dan Bunga berkurang."lni adalah pekerjaan,ya. Aku vakum syuting hampir 2 tahun lalu dan ada jeda waktu setahun. Di situ, aku main sama Noah dan segala macam.Jadi, mereka (Noah dan Bunga) sudah tahu kalau saat syuting itu seperti apa," ungkapnya.

Kembali sibuk syuting tidak membuatnya melupakan tanggung jawabnya sebagai ayah dan suami. "Seperti biasa, aku bisa anter Noah sekolah dulu pagi hari. Selalu aku sempetin waktunya. Setelah itu, baru berangkat kerja. Anytime mungkin dia bisa datang ke lokasi untuk main," katanya sambil tersenyum.

Noah rupanya sudah sangat paham akan pekerjaan kedua orang tuanya dalam dunia hiburan. Apalagi akhir-akhir ini dia juga tampil dalam pahggung peragaan busana. "Ngerti banget. Dia bahkan exciting banget untuk datang ke lokasi syuting," katanya.

 

(GENIE, Edisi 40, 9-15 Juni 2016)