Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Samuel Zylgwyn : Punya Trik Agar Tak Gampang Memar

Samuel Zylgwyn sadar ketika bermain dalam sinetron laga, dia ditantang melakukan adegan berkelahi. Untungnya dalam sinetron 7 Manusia Harimau, Samuel memiliki trik agar tangan dan kakinya tidak sampai biru-biru atau memar saat melakukan adegan fighting. Apa yang dilakukan pemeran Gumara dalam sinetron yang ditayangkan RCTI setiap malam itu?

Gumara (Samuel Zylgwyn) bersama Limbubu (Juan Christian), Rajo Langit (Ammar Zoni), dan Humbalang (Boy Hamzah) masih terus melakukan pencarian pada pendekar wanita berbaju merah yang menculik Karina (Syahnaz Sadiqah). Dalam pencarian itu, mereka beberapa kali masuk ke dalam jebakan pendekar baju merah.

Para manusia harimau itu juga terjebak dalam lilitan akar pohon maut. Seluruh badan mereka dililit oleh akar tersebut. Meski begitu, akhirnya mereka bisa membebaskan diri.

Itulah sepenggal adegan dalam sinetron 7 Manusia Harimau, yang ditayangkan pekan lalu. Samuel Zylgwyn yang berperan sebagai Gumara mengungkapkan, sinetron 7 Manusia Harimau merupakan sinetron drama laga yang kisahnya berdasarkan legenda. Seperti diketahui, cerita sinetron yang ditayangkan RCTI ini terinspirasi dari novel karya Motinggo Busye dengan lokasi kejadian di sekitar Jambi, Bengkulu, dan Palembang.

Tak heran, Samuel yang berperan sebagai manusia harimau ke-7 harus melakukan adegan berkelahi selain dialog. Dan, lantaran semua dilakukan tanpa pemeran pengganti maka para pemain, termasuk Samuel, harus menguasai teknik melakukan adegan berkelahi. Artinya adu jotos tak harus sampai full body contact meski dalam gambaran pemirsa bisa terpacu adrenalinnya melihat adegan fighting tersebut.

"Untungnya saya tahu teknik melakukan adegan berkelahi. Jadi saya belum pernah mengalami bengkak bengkak atau biru-biru, hahaha," ujarnya. Samuel pun tak segan menunjukkan teknik berkelahi tanpa full body contact agar tangan dan kaki tidak memar, yaitu dengan menggunakan telapak tangan saat memukul dan menangkis serangan lawan ketika dijumpai di lokasi syuting 7 Manusia Harimau di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (9/12).

Samuel mengaku tidak mengalami kesulitan, meski selalu beradegan berkelahi setiap hari. Bahkan ia jadi semakin mahir melakukan jurus-jurus silat khas Sumatera yang dipelajarinya secara kilat sebelum syuting.

"Waktu belum main sinetron ini, kalau cuma satu-dua jurus dan kuda-kuda, saya bisa. Tapi setelah main sinetron 7 Manusia Harimau, bela diri saya jadi makin mahir, hahaha," katanya.

Badan Fit

Lantaran perkelahian itu merupakan bagian dari skenario, Samuel mengaku menjalaninya dengan ikhlas. Perkelahian dalam sinetron itu, baginya merupakan tanggung jawab profesional yang harus ia jalani sebagai aktor yang telah menandatangani surat perjanjian kontrak kerja.

"Saya sadar sinetron 7 Manusia Harimau merupakan sinetron laga. Jadi enggak kaget, ketika syuting ternyata banyak adegan perkelahiannya," katanya. Sebagai aktor, Samuel pun berusaha berakting dengan baik. Samuel selalu ingin melakukan adegan dengan maksimal. " Itu sebabnya, ia benar-benar menjaga kesehatannya, agar saat syuting,  tubuhnya  dalam kondisi fit. Mulai dari menjaga jumlah jam tidur, menjaga pola makan, hingga minum vitamin.

"Pulang syuting saya langsung tidur. Soalnya biar esok harinya badan saya bisa fit untuk melakukan syuting episode selanjutnya. Jadi saya enggak pernah tuh, pulang syuting terus dugem atau bergadang. Bisa menghancurkah kesehatan saya," kata aktor kelahiran 22 Juli 1988 ini.

Saat awal menerima tawa.ran membintangi sinetron 7 Manusia Harimau, Samuel tidak tahu sinetron tersebut diangkat dari legenda yang pernah ada di sebagian wilayah Sumatera.

"Tapi setelah syuting beberapa kali, dan saya ngobrol-ngobrol dengan sutradara dan pemain lain, eh baru tahu tuh. Ternyata cerita manusia harimau itu benar-benar pernah ada," kata mantan juara model majalah Aneka Yess tahun 2005 itu.

Samuel menambahkan karakter yang dijalaninya tidak terlalu susah.

"Gumara itu seorang guru yang ditugaskan ke Sumatera Selatan. Jadi, karakter saya, ya orang Jakarta," ujar pemain sinetron Khanza 2, Berkah, Kutunggu Kau di Pasar Minggu serta Yusra dan Yumna itu.

Dalam sinetron 7 Manusia Harimau, Gumara diceritakan menjadi rebutan 3 wanita cantik, yaitu Karina (Syahmaz Shadiqah), Pitaloka (Ochi Rosdiana), dan Ratna (Ranti Maria). Namun, menurut Samuel, dalam kehidupan nyatanya, ia belum pernah menjadi rebutan wanita.

"Wah, itu cuma ada di sinetron. Dalam realitasnya, saya belum pernah tuh menjadi rebutan wanita, hahaha," kata mantan kekasih artls Alexandra Gottardo Itu.

Diakui Samuel, menjadi rebutan wanita benar-benar membuatnya merasa tersanjung. Meski begitu,-akting tersebut tidak pernah ia masukkan ke dalam hati.

"Ah, enggak ada itu cinta lokasi. Itu cuma gosip. Itu cuma akting kok, hahaha," katanya .

 

(Cek & Ricek, Edisi 851, 17-23 Desember 2014)