Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Natasha Wilona - Stefan William : "Stefan Bukan Cowok Romantis"

Padatnya jadwal syuting harian yang mereka jalani, tidak membuat pasangan selebritis pemain sinetron Anak Jalanan, Natasha Wilona dan Stefan William kehilangan akal untuk menikmati kebersamaan mereka. Rabu (6/1) menjelang tengah malam, kegiatan syuting di kawasan Ceger, Jakarta Timur belum mereda, Wilona sudah menyiapkan kejutan buat kekasihnya itu.

Saat Stefan sedang bersiap melakukan adegan, Wilona datang ke area syuting dengan membawa sebuah kue tart cantik bertuliskan Happy Second Anniver­sary. Tentu saja Stefan kaget melihat kehadiran kekasihnya itu. Meski terlibat dalam satu produksi sinetron, Anak Jalanan, jadwal syuting hari itu, antara Stefan dan Natasha berbeda lokasi.

Kegiatan syuting pun sontak terhenti. "Kue ini bikinanku, tolong di-terima. Semoga kamu suka," ujar Wilona sambil menyerahkan kue ke tangan Stefan yang terlihat masih kaget melihat kehadiran Wilona di sana.

Wilona mempersilahkan Ste­fan membuka kotak plastik. "Kue ini saya bikin sendiri, lo, untuk anni­versary kita tahun kedua. Semoga kamu suka," ujar Wilona, lalu menjelaskan arti dari hiasan kue tersebut. "Terima kasih, kamu bersusah payah membuat kue. Enak, enggak?" kata Stefan dengan wajah melucu. Na-mun karena masih suasana syuting, Stefan tidak langsung mencicipi kue tersebut. "Aku mau bawa pulang. Terima kasih ya," ujar Stefan sambil menatap kekasihnya dengan mesra.

Menurut Wilona, kue tersebut merupakan persembahan kedua buat kekasihnya setelah sehari se-belum mereka saling bertukar hadiah istimewa. "Semalam aku bawain dia kue, dia bawain aku mawar merah. Sama seperti sekarang, sema­lam juga dadakan karena sama-sama syuting. Mau nyari kado juga eng­gak ada waktu. Tadi aku sempatkan bikin cake itu di rumah dibantu teman," ujar Wilona.

Apa boleh buat, pasangan kekasih itu terpaksa merayakan hari spesial mereka tanpa diiringi musik syahdu maupun tiupan lilin layak-nya perayaan ulang tahun. Namun, bagi gadis kelahiran Jakarta, berusia 17 tahun itu menganggapnya tetap spesial. "Walau enggak bisa jalan bareng, ya enggak apa-apa," katanya.

Didukung Mama

Masih segar dalam ingatan Wi­lona pertemuan pertama dirinya de­ngan Stefan, ketika mereka sama-sama membintangi sinetron Fortune Cookies, dua tahun silam. Saat diperkenalkan oleh produser, mereka pun saling bertukar nomor kontak, na­mun belum kenal dekat. Stefan lalu menyapa Wilona melalui chatting.

"Sejak saat itu, dia udah beri perhatian padaku, tapi aku menjawab seadanya saja," kenang Wilona.

Wilona mencontohkan, saat Ste­fan menanyakan dirinya, apakah sudah makan? Wilona hanya men­jawab "Blm", maksudnya belum. "Begitu aja selama 2 bulan lebih. Di lokasi syuting, saya juga tidak pernah mau dekat dengan dia. Ya, biasa saja, seperti teman-teman lainnya," cerita Wilona.

Merasa tidak mempan mendekati Wilona, Stefan tidak kehilangan akal. Lelaki kelahiran California, 22 tahun silam itu mengakrabkan diri­nya pada Theresia, ibunda Wilona. Caranya, Stefan mulai ikut kebaktian di gereja bersama keluarga Wilona. "Dia lakukan pendekatan pelan-pelan. Saking pelannya, hingga syuting selesai dibungkus, tahap pendekat­an belum selesai juga. Ha ha ha," ce­rita Wilona.

Wilona mengaku mulai luluh hatinya setelah keduanya tidak lagi syuting Fortune Cookies. Seperti bia­sa, Stefan tetap intens menyapa Wi­lona melalui chat, termasuk menyatakan cinta juga melalui chat. "Padahal sebelumnya kami bertemu seharian. Pas malam baru nge-chat.

Sudah gitu, dia minta agar jangan di-jawab kalau lagi di jalan. Padahal saat itu aku lagi di mobil yang melaju di jalan tol, sementara aku sudah enggak tahan pengin segera jawab. Akhirnya, mobil menepi dulu untuk membaca dan membalas. Ha ha ha," kenang Wilona. Seperti apa kata-kata yang ditulis Stefan? "Ah itu rahasia," elak Wilona.

Saat Stefan menyatakan cinta, usia Wilona masih 15 tahun. Menurut Wilona, ia tidak mendapat pertentangan dari Theresia, sang mama. "Mama tidak pernah melarang. Beliau lebih memilih asal kami tahu batasan. Yang penting, Stefan bisa jaga aku, selain mamaku ikut ngawasin dan mengontrol. Apalagi, aku sangat terbuka kepada mama. Semua masalah, termasuk masalah dengan Stefan aku ceritakan. Stefan tahu itu," kata Wilona.

Beruntung, Wilona memiliki sosok ibu yang tidak selalu membela anaknya. Menurut Wilona, There­sia selalu mencari jalan tengah. Jadi, meski aku cerita, mama tidak akan bilang aku paling benar. Sikap mama yang demikian membuat Stefan ikut bangga. Dia bilang mamaku sangat bijak. Stefan jadi respek," ujar Wilona yang hobi memasak ini.

Baginya, Stefan adalah sosok idola. "Kalau enggak, enggak mungkin pacaran selama 2 tahun. Meski aku sadar, tidak ada orang yang sempurna. Pasti ada kekurangan dan kelebihannya. Jadi tergantung dari mana melihatnya. Tapi kalau kita senantiasa mensyukuri apa yang Tuhan berikan, maka semua akan berjalan de­ngan baik," ujar Wilona berfilosofi.

"Aku juga bukan tipe orang yang banyak menuntut. Seandainya ada kekurangan yang enggak baik, ya, sama mengubah itu pelan-pelan dan perlu waktu agar dia tetap jadi diri­nya," ujar Wilona yang memisalkan kebiasaan Stefan main game hingga lupa waktu. "Sekarang dia sudah rajin bangun pagi, dan tidak langsung main game. Sebaliknya, dia berhasil memaksaku jadi rajin olahraga pagi. Kami sering renang atau nge-gym bersama," tambahnya.

Setelah resmi pacaran, kedua­nya sering memanfaatkan waktu luang untuk jalan bareng. Itupun tidak banyak. Paling-paling makan bareng. Selebihnya sibuk syuting. "Perjalanan pertama kali kami berdua ke Taman Safari, Puncak, Bogor. Biar-pun sudah jadi pacar, selama di sana kami tidak saling pegangan tangan. Ha ha ha."

Selanjutnya beberapa tempat romantis satu demi satu mereka datangi, di antaranya Manado dan Ban­dung. "Kami bukan tipe orang yang suka foto-foto, lalu upload di media sosial. Soalnya kami pacaran untuk diri sendiri. Bukan supaya tenar." kilah Wilona yang mengklaim bahwa Stefan bukan tipe cowok yang ro­mantis.

Kebetulan keduanya memiliki hobi yang sama, yakni nonton film di bioskop. Jadilah lobi bioskop menjadi tempat nongkrong terfavorit. "Nongkrong di kafe selama 2-3 jam enggak jelas, enggak ada itu. Kalau ke mal aja, biasanya sudah planning dulu mau beli apa," ujar gadis yang pernah membintangi sinetron Kisah Fantasy ketika masih SD.

Baginya, Stefan orangnya cuek dan pendiam. "Yang menarik? Mungkin karena dia perhatian kepada saya. He he he," ujar Wilona yang memisalkan ketika dirinya pernah cerita suka anjing. "Eh, saat ulang tahun pertama pacaran, dia memberiku sepasang anjing herder usia 2 bulan, yang kami beri nama Britney dan Pram. Penginnya, mau kami rawat bareng, tapi sayang Pram akhir-nya mati. Lalu Stefan membawakan anjing minipom yang diberi nama Venus. Eh, mati juga karena tertabrak mobil.

Sebenarnya Stefan berniat mencari anjing lain untuk dijadikan teman bagi Britney, namun Wilona merasa keberatan, karena anjingnya bakal tidak terawat, karena dirinya jarang dirumah. "Bahkan Britney kami berikan kepada saudara yang hobi merawat anjing."

Harus Profesional

Stefan dan Wilonn tcngah menikmati kebersamaan bermain dalam satu produksi sinetron, Anak Jalanan. Bagi Wilona, hal itu menjadi tantangan tersendiri karena antara kenyataan dan cerita sinetron saling bertolak belakang. "Di cerita. Boy (Stefan) dan Reva (Wilona) belum pacaran. Baru pada tahap saling naksir. Nah, cara ngomong dan bersikap pasti beda dengan orang yang sudah pacaran. Hal itu harus kami jaga, supaya enggak sama dengan kondisi kami yang sebenarnya. Inti-nya kami dituntut profesional dalam berkarya," jelas Wilona.

Sudah begitu, gadis yang kini home schooling kelas 3 SMA ini harus pintar-pintar membagi waktu, antara padatnya jadwal syuting harian dan belajar untuk persiapan menghadapi ujian nasional yang akan berlangsung Februari mendatang. "Sekarang aku lagi rajin les privat pada pagi hari, selain tengah menyiapkan video tutorial tentang life beauty, fas­hion, dan makanan. Saat ini video su­dah masuk tahap pengeditan," jelas-nya.

Kelak setelah lulus SMA, Wilo­na berencana tidak langsung melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. "Aku mau fokus dulu di karier. Rasa-nya sayang kalau sudah bayar uang kuliah yang mahal, tetapi harus cuti beberapa bulan karena syuting. Pokoknya fokus dulu main sinetron. Se­telah itu baru mikirin kuliah," ujar Wi­lona yang ingin menekuni ilmu bisnis dan konsultan fashion. "Aku jalanin aja dulu," tambahnya. Tumpak Sidabutar, foto : istimewa.

 

(NOVA, Edisi 1455, 11-17 Januari 2016)