Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 9

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 11

Notice: Undefined index: lang in /home/t42271/public_html/includes/lang.php on line 17

Notice: Use of undefined constant hostname - assumed 'hostname' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant username - assumed 'username' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant password - assumed 'password' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Deprecated: mysql_pconnect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 3

Notice: Use of undefined constant database - assumed 'database' in /home/t42271/public_html/includes/connect.php on line 4
SINEMART

Cara Sutradara Bentuk Karakter Pemain

Mengarahkan aktor dan aktris supaya sesuai dengan karakter yang diinginkan terkadang gampang-gampang susah. Hal itu dirasakan oleh sutradara tim satu Tukang Bubur Naik Haji The Series, Rindra Panca.

Awal mula syuting Tukang Bubur Naik Haji The Series, sekitar Mei 2012, para pemain sinetron ini belum menemukan karakter yang sesuai dengan skenario yang dibuat oleh Imam Tantowi. Tak heran Rindra Panca harus putar otak supaya aktor dan aktris dalam produksi sinetron itu bisa menjiwai perannya sesuai karakter yang dituntut oleh skenario.

Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, sutradara ini mencoba merangkul dan membaur untuk mengetahui watak dan perilaku para pemain. Bahkan, ia tak merasa sungkan dan jaga image (jaim) untuk berkomunikasi dan saling tukar pikiran. Rindra adalah satu dari beberapa sutradara yang menangani sinetron ini. Karena terhitung sinetron stripping, tentu efektivitas syuting dilakukan dengan membagi pengambilan adegan dalam beberapa tim sutradara.

Seiring berjalan waktu, perlahan Rindra mulai memahami sifat dan karakter pemain sehingga keinginan bisa terwujud sesuai dengan skenario sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series. "Jadi, Saya mendekati pemain dengan psikis," kata Rindra Panca saat berbincang dengan C&R di lokasi syuting di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (12/3)

Sutradara kelahiran Jakarta 8 November 1966 ini mengatakan para pemain sinetron ini memang harus menjiwai perannya meski dalam perjalanannya, skenario dipelajari mereka dalam waktu sempit. Apalagi, dalam cerita banyak tokoh yang satu dengan yang lain memiliki karakter dan konflik hidup yang tak sama. Maka dari itu, Jackrem, sapaan akrab sutradara ini, menekankan para pemain harus menunjukkan ekspresi dialog yang maksimal di setiap episodenya.

Lokasi

Sutradara juga bertugas seperti dalang dalam pewayangan karena ia punya wewenang mengarahkan pemain jika berakting kurang maksimal. Makanya, sang sutradara diwajibkan punya ide yang brilian saat proses syuting tengah berlangsung. Apalagi, syuting sinetron ini mulai dari pagi hingga sore, lalu di malam itu juga episode itu harus ditayangkan di RCTI.

Inilah tantangannya, tim yang terlibat dalam proses syuting sinetron stripping harus bisa mengatur tempat supaya mendapatkan banyak adegan yang maksimal. Lalu, berbagai set dan tata letak pencahayaan harus sesuai supaya momentumnya sinkron antara gambar dengan cerita. "Kami menyiasatkan scene hanya beberapa jam dalam satu tempat syuting," tandasnya.

Jika tak menyiapkan lokasi secara maksimal, tidak mungkin target terkejar. Menurutnya, dengan cara yang sederhana ini harus diterapkan demi proses syuting berjalan lancar. Walaupun, ada beberapa cara seperti syuting di mobil yang digoyang-goyangkan seolah benar-benar jalan di jalan raya.

"Trik jaman dulu (jadul) kurang menarik. Kecuali ada adegan khusus real tetapi itu memakan waktu, karena kami ingin dapat intinya, emosinya serta esensinya," katanya.

Tukang Bubur Naik Haji The Series, memiliki tiga lokasi syuting diantaranya tempat Haji Muhidin (tim 1), Rumah Rumanah (tim 2), dan studio indoor di Sari Lembah (studio 3). Biasanya, studio tiga itu digunakan jika ada hal-hal yang tak diinginkan terjadi seperti cuaca buruk, angin kencang, dan hujan. Makanya, studio itu berfungsi untuk yang menghambat jalannya sinetron kejar tayang. Meskipun berbeda dengan tempat aslinya, sutradara biasanya selalu berkoordinasi dengan sutradara lainnya karena di setiap tim memiliki sutradara. Dalam sinetron ini, sutradara utamanya yaitu Haji Ucik Supra.

Setelah syuting dilakukan di studio indoor, biasanya banyak perubahan skenario.

Namun, berkat tangan dingin, ide yang brilian, serta wawasan yang luas dari penulisnya, Imam Tantowi, alur cerita sinetron ini tak melebar dari cerita aslinya. Justru bertambah seru dan membuat geregetan para pemirsa setia RCTI. Hal itu, membuat Jackrem senang dan bangga. "Karya Imam itu enggak

ada copy paste seperti sinetron lainya," jelasnya. Apapun ceritanya, itu merupakan tugas sang penulis.  Sutradara hanya menjalankan tugasnya. Akan tetapi, Jackrem seringkali terkejut dengan skenario yang datang setiap hari. Ada saja kejutan, contohnya, pemain pembantu bisa mendapat porsi adegan cukup banyak. "Di sinetron ini sebenarnya enggak ada pemeran utama. Semua tergantung kebutuhan cerita dan punya porsi yang sama," kata Ucik Supra.

Berkat alur ceritanya yang penuh dengan teka teki dan banyak kejutan, Tukang Bubur Naik Haji The Series mendapatkan anugerah dari Panasonic Gobel Awards 2013 kategori Drama Series Terpavorit. Bahkan merupakan sinetron terpanjang mengalahkan sinetron lainnya karena dalam satu musim lebih dari 1.100 yang saat ini masih terus tayang.

 

(C&R, Edisi 812, 19-25 Maret 2014)